IT
HAS TO BE YOU
Cast :
Ø OH
SEHUN
Ø CHOI
EUNJI
Ø CHOI
EUNBI
EPISODE 1 (Meet You Again)
Angin
musim semi bertiup dengan begitu tenang seiring berjalannya seorang namja
tinggi yang berparas tampan dengan kulit yang begitu putih. Namja itu tampak
menggunakan topi dengan masker menutupi hampir seluruh wajahnya. Ditambah
dengan syal yang melilit dilehernya. Orang – orang yang berpapasan dengannya
menatapnya dengan begitu heran, ini bukan musim dingin tapi pakaiannya itu…
hampir seperti teroris.
Setelah
lama berjalan, sampailah ia disebuah pemakaman dan dengan segera ia masuk
kesana kemudian melepaskan kacamata, masker, kemudian syalnya dan menyimpannya
ditempat penitipan barang. Penjaga disana yang notabennya adalah seorang yeoja,
sempat terkejut melihatnya. Pantas saja pakaiannya seperti itu, ternyata dia adalah
OH SEHUN, maknae dari boyband ternama, EXO. Sepertinya dia sedang berusaha
untuk menyamar.
“Ehhmm..
Maaf, bisakah saya mengambil Card untuk penitipan ini?” Tanya sehun dengan
sedikit dehemannya agar yeoja didepannya ini tersadar dari lamunannya.
“O-Oh,
maaf. Ini silahkan.” Balas yeoja itu sambil memberikan sehun sebuah card.
“terimakasih.”
Ucap sehun disertai senyumannya yang membuat yeoja itu blushing.
Sehun
berjalan menuju sebuah makam, ia kemudian meletakkan sebuket bunga diatasnya
dan jongkok di samping makam itu.
“Selamat
pagi YoungJi-ah, maaf aku baru datang. Kau tahu? Kegiatanku semakin padat
akhir-akhir ini. Bukannya aku tidak peduli padamu, hanya saja aku ingin menjadi
lebih dewasa dan bertanggung jawab pada pekerjaanku. Minggu lalu kau berulang
tahun, ya? Maaf aku tidak bisa datang. Oh ya, sekarang aku sedang sibuk untuk
persiapan comeback. Kau harus mendo’akanku supaya comebacknya berjalan lancar
ya. Bagaimana keadaanmu disana? Pasti bahagia, bukan?”
“Hmm..
aku tahu kau bahagia. Aku rindu padamu, kau juga merindukanku, kan? Tentu saja.
Saranghaeyo Youngji-ah.”
Beberapa
saat suasana menjadi hening, sampai akhirnya sehun menghembuskan nafasnya
setelah melihat pada jam tangannya.
“Ini
sudah siang, nanti pukul 10 aku harus ke gedung SM. Jadi, sampai jumpa. Aku
janji akan datang lagi. Jaga dirimu baik-baik ya.” Setelah mengucapkan itu,
sehun segera pergi dari sana untuk pulang. Tidak lupa ia memakai barang-barang
yang menurutnya merepotkan itu.
Saat
ia baru memasuki mobilnya, hpnya sudah berbunyi dan itu telepon dari
managernya.
“Hallo?”
sapa sehun.
“YA!
OH SEHUN! KAU DARIMANA SAJA, HAH? DARITADI TELPONKU TIDAK DIANGKAT! MINTA
DILAPORKAN PADA_”
“Maaf
hyung, tidak akan kuulangi.” Potong sehun.
“oh,
tidak seperti biasanya. Kau kenapa?”
“tidak,
aku hanya sedikit pusing.” Ucap sehun berbohong.
“ohh,
pantas saja. Yasudah, istirahatkan dulu dirimu sebelmu berangkat kesini. Hari
ini kita akan latihan dengan keras.”
“Iya
hyung.”
“dan
satu lagi, kau jangan sampai lupa lirik.”
“Iya
aku tahu.”
“Baiklah,
pukul 10 jangan lupa. Kututup teleponnya.”
Sehun
lagi lagi menghembuskan nafasnya, ia berdo’a supaya tidak cepat tua akibat dari
pekerjaan seperti ini. Setelah itu, ia perlahan melajukan mobilnya. Ia bersukur
jalanan begitu sepi dan memperlancar perjalanannya, namun tiba-tiba ia melihat
seorang yeoja di trotoar yang membawa koper besar. Dengan seenaknya yeoja itu
menghentikan mobilnya dan mengetuk kaca mobilnya. Dengan malas sehun menurunkan
sedikit kacanya, ia berpikir jika yeoja ini adalah sasaeng fans.
“Permisi.”
Ucap yeoja itu.
“ya,
apa?”
“apa
kau tahu alamat ini?” tanyanya sambil memperlihatkan sebuah alamat.
“tidak.”
Jawab sehun tanpa melihat kearah kertas.
“tolong
lihat dulu, daritadi jalanan ini sepi, tidak ada kendaraan ataupun orang yang
lewat. Kupikir kau bisa menolongku.”
“Heh,
dengar ya. Ak_” ucapan sehun terpotong ketika ia melihat wajah yeoja itu.
Lama
mereka bertatapan sampai akhirnya sehun tersadar dan berdehem untuk
menghilangkan kecanggungan diantara mereka.
“Masuklah,
aku akan membantumu mencarikan alamat itu.” Ucap sehun.
“Benarkah?
Terimakasih.”
Yeoja
itu segera kembali ke trotoar dan menarik kopernya.
“biarku
bawakan kopermu.” Ujar sehun dan menarik koper itu dari tangan yeoja tadi.
Setelah
ia memasukan ke bagasi mobil, ia segera kembali dan melihat yeoja itu masih
diluar.
“kenapa
kau tidak masuk?” Tanya sehun, ‘jangan bilang kau tidak tau cara membuka pintu
mobil’ batin sehun.
“aku
duduk dimana?” Tanya yeoja itu.
“dibelakang.”
Jawab sehun dan yeoja itu hanya menurut, namun baru saja ia berniat membuka pintunya, sehun sudah
menggebrak pintu yang akan dibukanya.
“tentu
saja didepan, bodoh! Kau kira aku supir taksi?!” bentaknya dan yeoja itu hanya
menunduk kemudian menjauh.
“Ba-baiklah.”
Ucapnya terbata dan segera memutari mobil kemudian masuk dan duduk disebelah
kursi pengemudi.
Sehun
hanya menggeleng-gelengkan kepalanya kemudian masuk kedalamnya.
“Jadi_”
ucapan sehun terpotong.
“Jadi?”
“alamatnya
mana?”
“Oh,
Ini.”
“alamat
apa ini?”
“aku
juga tidak tahu, makanya aku bertanya.”
“baiklah,
sebagai namja yang baik, aku akan mencoba mencarinya.”
Setelah
itu, sehunpun segera melajukan mobilnya.
“Namamu
siapa?” Tanya sehun.
“Choi
Eun Ji.”
Setelah
mendengar nama itu, sehun segera menoleh, kenapa semuanya hampir sama?
EunJi,YoungJi?
“kenapa?
Ada yang salah?” Tanya yeoja itu yang ternyata bernama eunji.
“ah,
tidak. Namaku_”
“Oh
Sehun.” Potong eunji, dan sehun hanya menoleh kemudian terkekeh.
“aku
tidak mengira bahwa aku seterkenal itu.”
“tentu
saja kau terkenal!”
Sehun
tiba-tiba memberhentikan mobilnya.
“turun
dari mobilku.” Ucapnya dingin.
“Ne?”
“turun
dari mobilku! Apa kau tidak mendengar? Kau itu sasaeng, kan? Percuma, tidak ada
barang yang menarik dimobilku untuk dijual.”
“kau
bicara apa?”
Sehun
segera turun dari mobilnya dan membuka pintu mobil sebelahnya kemudian menarik
tangan eunji untuk keluar dari sana.
“aku
tidak punya waktu untuk sasaeng, dan untuk disebarkan, EXO sedang menjalani
proses syuting! Kopermu dibelakang, jangan mengikutiku lagi!” ucapnya dan
segera masuk kemobilnya lagi kemudian melajukannya dengan kecepatan penuh.
“YA!
DASAR ARTIS SOMBONG! SIAPA JUGA YANG SASAENG! KAU GILA! SYUTINGMU TIDAK AKAN
LANCAR! AKU AKAN MEMBUAT ARTIKEL TENTANG KELAKUAN BURUKMU!” teriak eunji.
“Cih,
tidak ada gunanya! Jika aku benar sasaeng, aku akan membuat artikel itu
sungguhan, tapi saying, aku itu fangirlnya. Dasar idola tidak tahu diri!
Seenaknya saja men_”
‘Tidd
Tidd’ suara klakson mobil menghentikan omelan eunji dan ia segera menoleh
kebelakang.
“Nona,
minggirlah dari sana!” teriak pengemudi itu.
Eunji
segera menarik kopernya dan kembali berjalan menelusuri trotoar. Disaat genting
seperti ini handphonenya malah mati.
Diperjalanan
pulang, sehun memikirkan siapa itu eunji. Apa mungkin dia reinkarnasi dari
youngji? Tapi_
“ah!
Ini gila!” gerutunya dan semakin menambah kecepatan laju mobilnya.
Episode 2 (Your Bad Day, My Good
Day)
Sehun
memarkirkan mobilnya di halaman rumahnya kemudian ia segera keluar dari sana.
“eomma,
aku berangkat sekarang.” Ucapnya setelah masuk kedalam rumahnya.
“berangkat
sekarang? Kau belum makan.”
“aku
bisa makan diluar.”
“Yasudah,
berhati-hatilah.” Ucap eommanya sambil membantu sehun memakai jaket.
“nanti
kau pulang dulu kesini, appamu pulang malam ini.” Ucap eommanya memperingati.
“Jika
aku tidak lelah mengemudi.”
“kau
bisa naik taksi, sehun.”
Sehun
segera membalikan badannya menghadap sang eomma dan memegang kedua bahu
eommanya.
“Eomma,
jika appa benar-benar ingin menemuiku, dia bisa mengunjungiku. Aku juga sedang
banyak latihan untuk persiapan comeback. Tolong jangan terlalu memaksaku untuk
melakukan ini itu. Aku sudah besar.” Sehun mengambil jeda sejenak.
“bukankah
eomma juga sibuk dengan pekerjaan eomma yang sangat penting itu? Tidak usah
mengkhawatirkanku, aku bisa menjaga diri.” Sambung sehun kemudian ia segera
mengambil kunci mobilnya dan pergi.
Eommanya
hanya tertegun mendengar pernyataan sehun. Ternyata benar, anak bungsunya itu
sudah besar. Dia hanya tersenyum tipis dan melangkahkan kakinya ke meja makan.
Padahal, ia sudah repot-repot bangun lebih awal untuk menyiapkan makanan
sebanyak ini hanya karena sehun ada di rumah, ia hanya ingin makan bersama
anggota keluarganya. Setiap hari ia hanya makan sendiri. Sang suami sibuk
mengelola perusahaan yang dikembangkan lagi ke Negara tetangga, Jepang. Anak
pertamanya kini tinggal di China untuk mengelola perusahaan appanya disana, dan
yang terakhir, Sehun. Dia sibuk dengan pekerjaannya. Mungkin ini salahnya
sendiri, dulu ketika sehun meminta ia untuk menemaninya ketika akan melakukan
konser besar, ia selalu tidak bisa dan mengatakan lain kali pada sehun sampai
ke pertemuan orang tuapun ia tidak bisa datang. Dan setelah itu, sehun tidak
pernah memintanya untuk melakukan apapun. Dia semakin jarang pulang, bahkan
jika akan konser keluar negeripun ia jarang mengabarinya. Hubungan Ibu dengan anak
itu semakin hari semakin renggang. Dan sepertinya sehun menjadi tertutup pada
siapapun. Terbalik dengan sifat aslinya.
“harus
kuapakan makanan ini?” tanyanya, ia kemudian memandang keluar jendela dan ia
melihat EunBi, tetangganya sedang memberi makan hewan peliharaannya. Ia segera
melangkahkan kakinya keluar rumah.
“Eunbi,
kau tidak bekerja?” tanyanya.
“Oh,
ahjuma. Tidak, hari ini dongsaengku akan kesini jadi aku memutuskan untuk tidak
bekerja dan menunggunya saja.” jawab eunbi sambil berjalan menyebrangi jalan
untuk menghampiri eomma sehun.
“oh,
begitu ya. Ahjuma membuat makanan terlalu banyak, mungkin saja dongsaengmu
nanti lapar.”
“tidak
usah ahjuma, nanti aku bisa memasak untuknya.”
“Eunbi,
kau itu. Masakan ahjuma juga enak, sayang kan jika harus dibuang. Ayo masuk.”
Eomma
sehun menarik tangan eunbi, dan eunbi hanya menurutinya saja.
“ahjuma,
kenapa masak sebanyak ini?” Tanya eunbi heran.
“tadi
sehun pulang, ternyata dia harus segera pergi lagi, jadi tidak sempat memakan
ini.”
“oh
pantas saja. apa tidak apa-apa ini ku ambil?”
“tentu
saja tidak. Ahjuma juga sekarang harus pergi untuk meeting. Jadi tidak bisa
memakan ini.”
“Oohh,
terimakasih ya ahjuma.”
“tentu.
Oh ya, nanti jika dongsaengmu datang, ahjuma ingin bertemu.”
“ya,
akan kusampaikan padanya nanti. Sampai jumpa ahjuma.”
Eunbipun
segera pergi dan eomma sehun hanya menatap kepergiannya, seandainya saja ia
memiliki anak seperti eunbi, sepertinya menyenangkan.
Sehun
telah sampai digedung SM, ia segera masuk dan menuju lantai 5, dimana tempat
latihan exo berada. Ketika ia masuk kesana, ruangannya masih kosong. Iapun
memilih untuk duduk di lantai dan menyendarkan punggungnya ke dinding kemudian
menutup matanya perlahan. Sebelum latihan, ia harus menenangkan dulu pikirannya
agar nanti ia bisa konsen.
“Hey!
Sehun! Kau datang pagi sekali.” Ucap seseorang dengan suara beratnya, sehun
malas untuk membuka matanya apalagi meladeni perkataanya itu.
“pagi-pagi
sudah galau hunna~” goda orang itu lagi.
“Diamlah
Chanyeol!” bentak sehun.
“hahaha
kau benar-benar galau ya~ cup cup sini hyung akan menghiburmu.”
“cih,
malas sekali. Lebih baik aku latihan.”
Sehun
segera bangkit dan mengabaikan chanyeol, ia memilih untuk mencoba beberapa
kareografi baru.
“hey
sehun! Kau sudah 1 jam menari begitu, istirahat dulu agar nanti kau tidak
kelelahan saat berlatih dengan yang lain.” Ucap chanyeol.
__SKIP
TIME__
Latihan
berjalan dengan lancar dan kini sehun hanya duduk dipojokkan sambil mengelap
keringatnya. Daritadi moodnya tidak membaik, iapun hanya diam melihat para
hyungnya bermain dihadapannya. Tidak ada niat untuk bergabung dengan mereka,
dan akhirnya ia memutuskan untuk pulang.
“Hyungdeul,
malam ini aku pulang ke rumah.” Ucapnya dan segera pergi membuat yang lain
bingung. Tapi biarkanlah, toh sehun bukan anak kecil lagi.
Sebelum
melajukan mobilnya, ia mengetikkan pesan untuk eommanya.
‘Eomma
sekarang aku pulang dan ingin istirahat di rumah’ setelah mengetikkan itu, ia
segera mengirimkannya dan melajukan mobilnya untuk pulang.
Setelah
sampai dirumah, ia segera memasukkan mobilnya ke garasi dan sepertinya appanya
belum datang.
“Sehun!
Appa sebentar lagi tiba, sekarang dia di airport.” Ucap eommanya girang.
“Itu
masih jauh, eomma.” Keluh sehun dan ia segera masuk diikuti eommanya.
“mandilah
dan eomma akan menyiapkan makanan untuk nanti kita makan.” Ucap eommanya.
Baru
saja sehun akan menolak, terdengar bel rumahnya berbunyi.
“biar
aku yang membukanya.” Ucapnya dan berjalan kearah pintu.
“Siap-pa..”
tanyanya yang berubah menjadi bisikkan.
‘BUGH!’
ia membanting pintu rumahnya dengan keras dan menarik tangan orang yang tadi
menekan bel rumahnya menjauh dari rumahnya.
“Apa
yang kau lakukan dirumahku, HA? Kau benar-benar penguntit ya?!” bentak sehun.
“I-Ini
rumahmu? A-Aku..”
“cepat
pergi dari sini sebelum ku panggil polisi.”
“HAH?
Polisi? Kau gila ya! Aku itu kesini disuruh eonniku untuk bertemu dengan ahjuma
pemilik rumah ini dan aku tidak berniat untuk bertemu denganmu. Dasar selebriti
sombong!”
Dia
segera melangkahkan kakinya menjauhi sehun dan berjalan ke pintu rumah sehun.
“YA!
CHOI EUNJI!” teriak sehun yang membuat orang itu, tepatnya eunji segera diam
ditempat. Tentu saja ia terkejut.
“Sehun,
kenapa kau berteriak-teriak?” Tanya seseorang dari dalam rumahnya yang tak lain
adalah eommanya.
“Eomma!
Siapa dia?!” Tanya sehun sambil menunjuk eunji, eommanya mengarahkan
pandangannya pada eunji.
“Eh?”
gumam eommanya.
“Selamat
malam ahjumma, aku Choi Eunji.”
“Choi
Eunji? Oh, dongsaeng eunbi ya? Ayo masuk.”
“tidak
perlu ahjumma, aku hanya ingin memberikan ini. Terimakasih untuk makannannya
ya. Itu sangat enak.” Puji eunji.
“ah,
biasa saja. ini apa?”
“itu
makanan buatan eommaku, semoga ahjumma mau mencicipinya.”
Eunji
kemudian menoleh kebelakang dan tersenyum pada sehun,
“dan
semoga sehun juga mau mencicipinya.” Sambungnya.
“In
Your dream.” Gumam sehun sambil melewati eunji.
“tentu
saja eunji, ahjumma pasti memakannya. Ayo masuk dulu.”
“tidak
usah ahjumma, ini sudah malam. Besok aku akan berkunjung lagi.” Ucap eunji dan
membungkuk kemudian pergi.
Eunji
masuk kedalam rumahnya dengan santai, namun setelah masuk, ia berlari kekamar
eunbi dan membuka pintunya dengan keras.
“YA!
Eonni!” bentaknya kemudian duduk dikasur eunbi.
“emm?
Kenapa?” Tanya eunbi.
“kenapa
eonni tidak bilang jika rumah ini berdekatan dengan sehun!”
“Ohh,
aku sengaja, kenapa?”
“Issh!
Eonni!”
“jika
aku memberitahumu, setiap kau libur, kau pasti akan datang kesini terus kan?
Atau kau ingin tinggal bersamaku? Iya, kan?”
“bukan
begitu, jika eonni bilang kan, aku akan menyuruh eonni meminta tanda tangannya,
hehe..”
“Cih..
cepatlah tidur sana.”
“dia
lebih tampan dilihat langsung.” Gumam eunji dan merebahkan dirinya dikasur
eunbi.
“kau
itu bicara apa, hah? Cepat pergi sana!” usir eunbi sambil menarik-narik tangan
eunji untuk pergi.
“iya,
iya. Aku akan pergi, dasar!”
EPISODE 3 (She as You)
Keesokkan
harinya, Eunji keluar dari rumahnya dan ia melihat anjing kecil di seberang
jalan. Iapun menyebrang dan jongkok kemudian bermain dengan anjing itu.
“namamu
siapa?” Tanya eunji.
‘gukk
gukk’
“Ha?
Namamu Sehun? Hahahaha..”
“Kau
gila.” Ucap seseorang yang baru datang, dan saat eunji mendongak, itu sehun -_-
“Sehun-ssi.”
Gumamnya.
“jangan
sentuh anjingku, dia baru saja mandi.”
“Apa?
Aku tidak menyentuhnya. Lagipula tanganku bersih, kau terlalu protective.”
“kau
mengkritikku?”
“tidak,
siapa bilang?”
“terserah.”
Ucap sehun dan menuntun anjingnya untuk masuk kehalaman rumahnya.
“Sehun!”
panggil eunji yang membuat sehun menoleh.
“usiamu
itu berapa sih?”
“kenapa?”
“kau
harus sopan.”
“Oh,
aku lupa. Oppa.”
“ya,
apa?”
“aku
ingin jalan-jalan, apa kau mau ikut?”
“kau
pikir aku siapa hah?”
“siapa
yang mengajakmu! Aku mengajak anjingmu!”
Sehun
mengerutkan keningnya melihat tingkah eunji.
“tapi
jika tidak keberatan, kita bertiga saja keluar.”
“kau
itu seperti yeoja yang sedang mengajak untuk kencan.”
“Ha?”
_Eunji
POV_
Setelah
mendengar perkataannya, aku merasa suhu tubuhku naik. Reflex aku memegang kedua
pipiku yang terasa panas. Oh, apa ini? Aku Blushing? Hanya karena perkataan
bodohnya? Ayo berfikir! Selamatkan harga dirimu Choi Eunji!
“memang
aku mengajak kencan, kenapa? Aku mengajak anjingmu!” teriakku, tapi dia malah
tertawa.
“pipimu
merah. Kau benar-benar ingin kencan denganku, kan?”
“terserahlah!
Aku ingin pulang saja. Moodku hari ini sudah rusak karena bertemu dengan
makhluk sepertimu! Sebentar sebentar marah, berubah lagi jadi ramah dan
sebentar lagi kau akan membantingku ke jalanan!” setelah mengatakan itu aku
segera pergi.
Apa
yang sudah kukatakan? Itu seperti aku telah mengenalnya sejak lama. Kenapa ini?
Aku menggelengkan kepala dan segera masuk kedalam rumah. Setelah didalam, aku
mengintip dari jendela dan sehun masih diseberang sana dengan wajah kusutnya.
Kenapa dia? Sedetik kemudian dia melihat kearah jendela ini dan aku segera
bersembunyi.
“EUNJI!
MOODMU AKAN SELALU BURUK SELAMA KAU TINGGAL DISINI!” Teriaknya, ingin sekali ku
pukul kepalanya. Enak saja mengancam orang sembarangan.
_Sehun
POV_
Perkataannya
barusan sama seperti perkataan youngji belasan tahun yang lalu. Mereka
benar-benar sama. Kenapa ini? Aku melihat sekeliling dan menangkapnya sedang
mengintip lewat jendela kearahku. Dasar, bocah!
“EUNJI!
MOODMU AKAN SELALU BURUK SELAMA KAU TINGGAL DISINI!” teriakku, sepertinya ini
akan seru. Tapi ternyata tidak ada balasan, dia sepertinya benar-benar takut.
Tapi setelah itu..
‘Byuuurrrr…
Byuuurrrr…’ oh, apa ini? Basah? Saat aku menoleh ke seberang, dia mengarahkan
selang kearahku dan itu membuat wajah dan bajuku basah. Aku menutup mata,
mencoba untuk menenangkan diriku sejenak.
“jangan
so cool, jika kau ingin marah, marah saja! ayo keluarkan kata kata kasarmu!”
teriaknya.
“aku
tidak akan berkata kasar, detik detik selanjutnya aku akan memperlakukanmu
dengan kasar. Kau mengerti?”
Aku
melihat dia meneguk ludahnya dengan kasar, “SIAPA TAKUT, HA?” bentaknya dan dia
kembali menyemprotkan air itu kewajahku. Kesabaranku habis! Aku melepaskan
ikatan anjingku dari tangan kemudian berjalan kearahnya. Dia melepaskan selang
itu dan hanya diam melihatku. Ku kira dia benar-benar takut, tapi ternyata..
‘Duaghh..’
“Awww..!”
teriakku sambil memegang perut yang barusan ditendang olehnya.
“SIALAN
KAU!” teriakku yang membuatnya lari terbirit-birit masuk kedalam rumahnya.
__TBC__
Tidak ada komentar:
Posting Komentar