Rabu, 28 Januari 2015

FF Member // HunHan - No good in goodbye // Oneshoot // SeLuminati

cr : https://www.facebook.com/notes/874113002611310/

FF Member // HunHan - No good in goodbye // Oneshoot // SeLuminati

Tittle                : No good in goodbye
Author              : SeLuminati
Main Cast         : HunHan
Other Cast        : Member EXO
Rate                   : T
Genre                 : Angst,Friendship.
Length               : OneShoot.
Disclaimer          : EXO Milik Tuhan,Orangtua mereka,SM dan Jodoh mereka (saya).
Note                  :  Dapet inspirasi ketika lagi dengerin lagu the script yang No good in goodbye jam 3 subuh dan sedang memikirkan kenapa harus OTP saya yang berpisah /nangis tersedu/.  Oh iya yang mau liat karya aku yang lain bisa tengok FB page aku di: SeLuminati.

No Good in Goodbye
Luhan terengah-engah, tangannya ia tumpu dilutut. Ia melihat sekeliling, semua member EXO dalam keadaan yang sama. Berkeringat, dan tergeletak dilantai ruang latihan karena kelelahan. Tapi senyum masih menghiasi wajah mereka. Saat ia tidak sengaja bertatapan dengan Chanyeol, Chanyeol memberikan senyum dan tertawa. Luhan ikut tertawa,diikuti dengan member lainnya. Tanpa berkata apapun mereka mengerti pesan satu sama lain. Mereka lelah namun tetap bersemangat. Album baru yang mereka sedang siapkan mereka yakini akan menembus peringkat pertama lagi seperti album mereka sebelumnya. Luhan tidak peduli seberapa lelah tubuhnya, seberapa sakit yang ia rasakan ditulang-tulangnya. Luhan menatap Yixing,Wufan dan Tao. Mereka jauh dari rumah tapi mereka masih bisa tertawa. Itulah kenapa Luhan kuat selama ini walaupun harus jauh dari rumahnya. Karena mereka bersama, walaupun terasa lelah dan sulit, rintangan apapun akhirnya akan terlewati.
Itu yang dipikirkan Luhan selama ini. Selama mereka bersama, masalah apapun dapat terlewati. Maka dari itu ia tidak pernah menyangka masalah seperti ini akan datang.
Mereka mengadakan showcase kedua mereka di Cina. Showcase yang diadakan begtiu meriah dan terbilang sukses. Management bahkan menghadiahi keberhasilan showcase tersebut dengan mempercayai EXO untuk mempunyai Konser tunggal mereka sendiri. Maka dari itu setelah pulang dari Cina mereka akan langsung mempersiapkan konser mereka. Luhan tahu itu akan terasa berat dan melelahkan, tapi selama ada member yang lain,semua akan baik-baik saja.
Pagi itu dibandara, Luhan dan 11 member EXO yang lain menunggu jadwal penerbangan di VIP Lounge. Saat jadwal penerbangan mereka tiba, semua member beranjak pergi namun tidak dengan Kris.
“Kris,Ayo!” ajak Luhan.
Wajah Kris terlihat muram, dan terlalu serius dimata Luhan. Teman seumurannya ini tidak pernah memasang ekspresi itu. Luhan mencium sesuatu yang buruk akan terjadi.
“Luhan,” panggil Kris, “Aku tidak akan kembali.”
Kalimat yang singkat. Namun Luhan mengerti arti dibalik kalimat itu. Luhan merekam kalimat itu dengan baik dan kalimat itu menohok hatinya saat ia dengan lemas berjalan menyusul member lain. Tanpa Kris.


Sehun mendongak, menatap ruangan sekitarnya. Ia sedang ada di suatu ruangan rapat di kantor SM. Tidak ada yang berbicara, bahkan Baekhyun hyung yang biasanya tidak bisa berhenti berbicara, terdiam seribu bahasa. Keadaan diruangan itu begitu seram, seperti ada awan hitam tebal yang menyelimutinya.
Berita Kris memutus kontrak dengan SM baru ia dengar pagi ini, ketika ia terbangun dan melihat Suho hyung menghapus air matanya cepat sambil berbicara dengan manager.
Sehun menatap Tao yang menangis sesenggukkan. Tidak bisa dipungkiri kalau Tao adalah yang paling merasa sedih disini. Tentu saja. Tao dan Kris sangat dekat. Tao sangat bergantung kepada Kris.
Luhan yang duduk disebelah Sehun hanya diam. Pandangannya terlihat kosong. Tangannya yang kecil terkepal erat diatas pahanya.
“Hyung,” panggil Sehun pelan. Luhan terkesiap dan menatap Sehun.
“Ya Sehun?”
Luhan tersenyum kecil. Senyum yang ia paksakan dan membuat Sehun merasa iba melihatnya.
Tangan Sehun bergerak menyelimuti tangan Luhan yang terkepal, ia lalu menggenggam tangan Luhan dan menariknya untuk berdiri.
Sehun meminta izin untuk pergi keluar bersama Luhan yang kebingungan. Manager hanya mengangguk lemah dan membiarkan Sehun dan Luhan meninggalkan ruangan tersebut.
“Kenapa kau membawaku Keluar?” tanya Luhan namun Sehun tidak menjawab dan membawa Sehun ke pintu darurat.
“Sehun?”
Mereka berada di lorong emergency exit sekarang, dimana tidak ada orang yang bisa melihat mereka.
“Sehun apa yang ka-”
Perkataan Luhan terpotong saat Sehun memeluk tubuh Luhan erat. Dengan hati-hati ia melingkarkan tangannya ditubuh Luhan, dan mengusap punggung Luhan dengan tangannya yang lain.
“Kau boleh menangis sekarang.”
Luhan menggigit bibir bawahnya. Dadanya begitu sesak,hatinya tidak bisa lagi menahan kesedihan yang harus ia pendam. Luhan tidak sekuat yang orang lain pikir. Masalah ini tentu sangat mempengaruhinya. Kris adalah sahabatnya, mereka berjuang bersama di negara lain, berjanji untuk selalu bersama dan menyemangati satu sama lain. Tapi kenapa bisa Kris meninggalkan dirinya? Meninggalkan EXO M, meninggalkan EXO?
“Sehun,” isak Luhan sambil membalas pelukkan Sehun, “Sehun-ah!!”
Luhan tidak peduli seberapa konyol ia terdengar sekarang. Merengek seperti bayi, menangis terisak seperti perempuan. Ia hanya ingin menangis dipelukkan Sehun. Mengeluarkna semua amarah,kekecewaan dan kesedihan yang ia pendam.
Sehun tidak meledek, atau mengenyahkan Luhan karena Luhan membasahi kemeja mahalnya. Ia malah memeluk Luhan lebih erat, mengusap punggung Luhan dan membisikkan kata-kata menenangkan untuk Luhan.
Sehun hanya melakukan itu. Tidak sampai Luhan mengatakan hal yang membuat hatinya hancur berkeping-keping. Sehun meneteskan air matanya.
“Sehun-ah, aku sudah tidak kuat lagi.”
Comeback, persiapan konser dan syuting beberapa variety show kembali EXO lakukan. Hal itu sedikit demi sedikit mengalihkan mereka dari masalah tentang Kris.  Satu persatu member berusaha untuk kembali ceria, berusaha untuk tidak membahas topik yang menyerempet masalah itu. Sehun perhatikan Luhan tidak lagi sesedih dulu. Walaupun begitu, kebugarannya menurun drastis. Sehun sadar akan hal ini. Luhan mudah kelelahan dan terkena penyakit seperti flu dan demam. Sehun yang sekamar dengannya sering merawat Luhan saat ia sedang sakit. Suatu kali ketika demam Luhan meninggi, dengan setengah sadar Luhan memegang tangan Sehun erat dan air mata menetes dari matanya yang setengah terpejam.
“Sehun-ah, aku ingin pulang.”
Sehun terus memikirkan kalimat itu hingga sekarang. Luhan tentu tidak pernah berkata seperti itu lagi, dan ia kembali seperti biasa. Namun Sehun sering kali melihat kesedihan terpancar dari wajah Luhan. Bagaimana senyum kecil Luhan terasa menyakitkan terlihat oleh Sehun.
Sehun juga sering mendapati Luhan terjaga pada larut malam, menelepon orang tuanya di Beijing sambil menangis.
Luhan tidak lagi sebahagia dulu.
“Kalau kau ingin keluar dan pergi. Kau harus pergi.” Kata-kata itu tidak bermaksud kasar keluar dari bibir Sehun. Ia hanya ingin hyung-nya kembali bahagia. Walaupun tidak sepenuhnya ia tulus mengatakan itu tapi Sehun mengenyahkan rasa sedihnya.
Luhan yang mendengarnya tersenyum kecil, “Kalau aku pergi, bagaimana denganmu?”
Pertanyaan itu membuat Sehun tertegun.
Ah,
Jadi hal yang menahan Luhan untuk tetap bertahan adalah dirinya?
Apakah karena janji polos yang mereka berdua buat dulu?
Mereka memang sudah berteman sejak mereka masih menjadi trainee. Bahkan mereka adalah teman satu kamar. Sehun dan Luhan sangat dekat. Waktu dulu Luhan pernah berjanji akan merawat dan menjaga Sehun, ia berjanji tidak akan pergi dari sisi Sehun saat mereka ditunjuk menjadi member EXO.
Apakah karena janji itu?
Otak Sehun menjawab ya. Yang menahan hyungnya tetap tinggal adalah dia.
“Aku akan baik-baik saja bahkan ketika kau pergi.”
Sehun ingin membuktikan bahwa ia tidak main-main dengan kata-katanya. Sehun sengaja menghabiskan waktu dengan teman-temannya, (berpura-pura) bersenang-senang dan mengabadikannya dalam foto dan mengunduhnya ke instagram. Ia ingin membuktikan kepada Luhan bahwa Luhan tidak perlu khawatir akan dirinya.
Walaupun dihati kecilnya Sehun berharap Luhan tidak semudah itu menyerah dan mengatakan bahwa ia takan tinggal dan berjuang bersama dengan Sehun.
Tapi harapan di hati kecilnya itu tidak terwujud.
Luhan pergi ke Beijing setelah konser mereka di Indonesia. Ia bilang ia akan berlibur sebentar dan beristirahat disana. Sehun ingin sekali menghubungi Luhan namun ia menahannya. Walaupun Rindu,Sehun tetap menahan rasa rindunya dan bertingkah ia tidak peduli walaupun hatinya berdegup kencang mendengar suara Luhan yang sedang ditelepon Minseok.
Sehun dan member lainnya terbang menuju Beijing untuk konser mereka. Sehun menutupi rasa riangnya dengan ekspresinya yang datar walaupun ia sudah tidak sabar untuk bertemu Luhan.
Saat ia bertemu Luhan, Luhan terlihat begitu berbeda. Matanya yang terkena infeksi terlihat bengkak,namun tetap terlihat indah. Rambut pirangnya ia cat coklat pekat. Luhan tersenyum kecil kepada Sehun.
“Hai Sehun.”
“H-hai,” jawab Sehun canggung.
Luhan mendekat dan terdiam. Ia terlihat ragu dengan menggigit bibir bawahnya.
“Selama disini, aku memikirkan keputusanku.”
Jantung Sehun berdegup cepat. Luhan belum meengatakan jawabannya namun Sehun sudah merasakan hatinya terasa perih.
“Aku akan pergi.”
Dunia Sehun seakan dihancurkan oleh kalimat tersebut.
Sehun sudah menebaknya, tapi tetap saja ia merasa kecewa. Selama konser berlangsung ia tidak tahan jika berdekatan dengan Luhan. Ia tidak bisa menahan hasratnya untuk memeluk Luhan, memintanya untuk jangan pergi dan tetap tinggal. Tapi Sehun tahu jika ia menahan Luhan pergi sama saja dengan ia menyiksa Luhan.
Member yang lain memanja Luhan, memeluk Luhan disana dan disini dengna mesra. Luhan tidak seperti Kris, ia memberitahu keputusannya kepada semua member. Tapi rasa sakit yang mereka rasakan tidak berbeda dari sebelumnya.
Konser usai dan para member makan bersama untuk merayakan keberhasilan konser mereka dan walaupun tidak ada seorangpun yang menyebut, untuk mengadakan perpisahan mereka dengan Luhan.
Sehun masih diam. Tidak mengatakan apapun dan berbicara apapun malam itu. Lelucon Baekhyun dan Chanyeol bahkan tidak berhasil membuat Sehun tertawa bahkan menampakkan seulas senyum.
Bagaimana ia bisa tersenyum jika seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya tidak akan lagi berada disisinya?
Mereka pulang ke Korea esok harinya. Dengan Luhan yang tinggal disana. Tinggal dan tidak akan kembali. Luhan mengantarkan Sehun dan member lainnya pulang.
Sehun menatap Luhan yang berbalik pergi bersama temannya dari cina dan tersenyum pahit.
Menatap seseorang pergi begitu sulit.
Tapi lebih sulit saat mengingat waktu ketika mereka berjanji mereka tidak akan pergi.
Sehun mengeluarkan ponselnya dan mengetik pesan untuk Luhan. Ia mengirimnya sebelum ia melangkah untuk meninggalkan Beijing.  Meninggalkan Luhan.
Berbahagialah,Hyung. Kau tahu aku akan selalu menyayangimu.
EPILOG
Sehun menatap nanar foto terbaru Luhan yang ia temukan di Weibo. Ia berambut coklat terang sekarang, mengingatkan Sehun akan sosok Luhan saat mereka masih mempromosikan mini album pertama mereka ditahun 2012. Luhan masih terlihat muda, tampan, dan indah. Tidak ada yang berubah dari dirinya.
Atau ada yang berubah dari dirinya.
Luhan mungkin sudah tidak lagi meminum bubble tea.
Ia mungkin tidak lagi mengingat janjinya pada Sehun.
Ia mungkin tidak lagi mengingat Sehun.
Sehun tersenyum tipis. Selama Luhan bahagia, walaupun ia melupakan Sehun, Sehun akan  baik-baik saja.

Sehun menghela nafas lalu merebahkan kepalanya, menatap langit-langit dikamarnya yang dulu ia bagi bersama Luhan.
Mungkin, di dunia lain, di dunia paralel, di dunia alternatif atau apapun namanya, Ia dan Luhan sedang bersama. Mungkin di dunia itu, mereka hanya remaja biasa dimana Luhan adalah seorang pesepak bola dan Sehun adalah kekasihnya yang seorang penulis novel. Mungkin didunia itu mereka tinggal bersama, walaupun kadang bertengkar tapi mereka mencintai satu sama lain.
Mungkin di dunia itu, Luhan berjanji tidak akan pernah pergi dari sisi Sehun. Dan Mungkin, Luhan didunia itu,benar-benar menepati janjinya.

Sabtu, 10 Januari 2015

FF : Our School Life (3)



Setelah itu, sehun dan baekhyunpun pergi. Eunji kembali ketempat duduknya dan segera duduk. Ia hanya menatap sebal pada roti itu.
~~TBC~~

Our School Life (3)




Tittle : Our School Life (It’s never Dark)
Main Cast   :
*      Exo (Kris, Sehun, Luhan, Baekhyun & Chanyeol)
*      Bts (Suga, V, Jungkook, J-hope & Jin)
Ø  Rae Eun Mi
Ø  Song Hye Ah
Ø  Lee Ga Eun
Ø  Im Ri Eun
Ø  Choi Eun Ji
Support Cast :
Ø  Lee Ji Hyun (Qri)
Ø  Kang Jiyoung
Ø  Red Velvet
Ø  Other

Baekhyun merangkul sehun walaupun tangannya jadi terangkat keatas, ya ingatlah tinggi badan mereka.
“bagus Hun!” seru baekhyun.
“ya, aku tahu.”
Merekapun menuju tempat perkumpulan anggota yang lain. Sehun segera mendudukan dirinya disamping luhan.
“kau darimana?” tanya luhan.
“menemui yeojanya.” Celoteh baekhyun.
“siapa yeojamu hun?” tanya chanyeol.
“Choi Eunji.” Jawab baekhyun.
“YA! Aku tidak bertanya padamu!” bentak chanyeol.
“Daripada sehun tidak menjawab!” seru baekhyun tidak mau kalah.
“dasar BACON!! Kalau kumasak baru tau rasa!” ejek chanyeol.
“dasar DOBI!! Kenapa kau disini? Pensiun dari film Harry Potter hah?”
“diamlah.” Ucap luhan yang membuat mereka diam seribu bahasa.
Kris datang dengan beberapa formulir kemudian ia duduk disamping baekhyun.
“kita akan memilih yang mana?” tanya kris.
Baekhyun cepat-cepat merampas semua formulir itu. Dia mencari grup Gaeun, ia sedikit terkekeh ketika membaca nama grupnya itu adalah ‘CHEERLIS’.
“ini saja.” usul baekhyun sambil menyerahkan sebuah formulir pada kris.
“ini hobae kita semua.” Ujar kris.
“ayolah Kriiiiissss~~~~” pinta baekhyun, mengeluarkan aegyo mautnya.
“memangnya kenapa dengan grup ini?” tanya kris.
“disana ada gaeun, baekhyun ingin mendekatinya untuk membuat V cemburu.” Jelas sehun yang membuat baekhyun menoleh kearahnya dan mengacungkan kepalan tangannya pada sehun.
“jangan bertengkar disini Baekhyun.” Ucap luhan, mendengar itu, sehun segera menjulurkan lidahnya pada baekhyun, baekhyun hanya mendelik sebal.
“Oh.. begitu ya.. OK, kita pilih group ini.” Ujar kris.
“terimakasih Kris.”
“ya, umm.. kudengar sehun memiliki yeojachingu, siapa itu?” tanya kris.
“Umm.. sebenarnya itu….”
“aku yang menyuruhnya.” Ujar baekhyun.
“dan taruhannya Bubble tea.” Sambungnya.
“hanya Bubble tea? Sehun, jika kau bisa mendekatinya dalam waktu 1 minggu, aku akan membrimu PSP.” Ucap Chanyeol.
“jika tiga hari kau bisa membuatnya menyukaimu, kau boleh minta apa saja padaku.” Ujar kris.
“heem.. Lalu?” tanya sehun sambil menoleh pada luhan.
“apa? Itu bukan urusanku. Aku mau membela dan berbicara denganmu juga itu sudah keajaiban.” Ujar luhan.
“terserahmu saja, dasar pelit!” gerutu sehun.
“sebaiknya kita kembali kekelas masing-masing.” Usul chanyeol.
“yup, tentu.” Terima baekhyun.
Chanyeol dan baekhyunpun beranjak pergi dan luhan sudah pergi duluan.
“Kris Hyuuungg~~” panggil sehun.
“ada mau apa kau memanggilku hyung?” tanya Kris.
“He.. He.. kau kan mau membantu baekhyun, masa tidak mau membantuku?”
“ya, kau mau dibantu apa?” tanya kris.
“eunjikan ada dikelasmu, bukankah nanti kau akan melakukan tes melukis?”
“yaa.”
“nah,  tolong kasih dia nilai yang membuatnya mengulang lagi. Tapi jangan nilai terendah.”
“OK” sahut kris, ia sedang tidak ingin berdebat dengan sehun.
Sementara itu, gaeun terlihat murung dari tadi. Ia hanya menundukan kepalanya walaupun sekarang sedang berjalan.
“gaeun, kau baik-baik saja?” tanya Hyeah.
Gaeun hanya menganggukkan kepalanya.
“lalu kau kenapa?” tanya Rieun.
“apa kau sakit?” tanya eunmi.
“tidak, aku hanya memikirkan apa kita diterima oleh exo atau tidak.” Jawab rieun, mencoba untuk berbohong dan untung saja mereka percaya.
“jangan dipikirkan, kita pasti bisa.” Ucap eunmi.
“kupikir begitu.” Sahut gaeun.
“Ehh, mana eunji? Aku belum melihatnya hari ini.” Ujar rieun.
“tadi saat aku mengambil formulir, ia masih dikelas.” Ujar gaeun.
Saat mereka berjalan dilorong sekolah, mereka bertemu dengan empat gadis yang tidak mereka sukai. Dan parahnya lagi, mereka itu memiliki kelas klub yang sama. Seperti Joy dan Rieun, Wendy dan Eunmi, Irene dan Gaeun, serta Seulgi dan Hyeah yang mengikuti klub renang. Dan merekapun harus bersaing untuk menjadi tim Cheers terbaik.
Irene sengaja menghalangi jalan mereka. Dengan malas, gaeunpun membalikkan tubuhnya menghadap pada irene.
“ada perlu apa?” tanya gaeun disertai nada angkuhnya.
“bilang pada temanmu untuk menjauh dari sehun.” Jawab gaeun yang membuat gaeun tersenyum mengejek.
“kenapa kau tidak bilang langsung? Kau tidak berani? Atau kau takut sehun marah padamu?” tanya gaeun lagi dengan senyuman sinisnya.
“takut? Haha.. Ku tekankan padamu, jika dia masih berani mendekati sehun, maka dia harus berhadapan denganku.” Gertak irene.
“dan bilang padanya untuk tidak genit pada sehun!” seru wendy.
“HEH!! Kau jangan menuduh sembarangan ya! Coba pertimbangkan lagi siapa yang genit! Dan kuberitahu ya, sehun lah yang selalu mengganggu Eunji!” bentak eunmi.
Rieun hanya diam saja menyaksikan pertengkaran ini, ia sama sekali tidak mengerti apapun. Sepertinya dia harus lebih update agar tidak ketinggalan informasi seperti ini. Ini adalah salahnya jungkook yang selalu mengajaknya bertengkar terus. Rieun menghentikan imajinasinya setelah mendengar kata-kata kotor yang meluncur begitu saja dari mulut irene.
“SEHUN TIDAK MUNGKIN SEPERTI ITU!! ITU KARENA TEMANMU YANG TERLALU JALANG SAJA!!” teriak irene.
‘PLLAAAKK’ hyeah menampar pipi irene hingga pipinya itu memerah dan sudut bibirnya berdarah. Hyeah segera menjambak rambut irene kebelakang.
“Kau yang JALANG!! Lihatlah rokmu itu yang sangat pendek. Apa kau kekurangan bahan hah? Sekali lagi kau mengatakan kata-kata kotor itu, aku akan mematahkan lehermu.” Ancam hyeah dan melepaskan jambakannya.
“berani sekali kau!” bentak joy dan bermaksud mendorong hyeah namun tangannya ditangkis oleh hyeah hingga dia sendiri yang terpeleset dan jatuh.
Hyeah sudah mengacungkan kepalannya pada joy namun gaeun menahannya.
“kita tinggalkan saja sampah-sampah ini.” Ujar gaeun kemudian pergi diikuti oleh hyeah, eunmi dan rieun.
“sebenarnya apa yang terjadi?” tanya rieun.
“aku juga tidak tahu, tapi emosiku tiba tiba naik saat dia mengatakan kata kata itu.” Jawab hyeah.
“hyeah kau kuat sekali!!” puji eunmi.
“aku ikut kelas taekwondo di sekolahku dulu.”
“eunji itu yeojachingu sehun.” Ujar gaeun tiba-tiba.
“hah? Apa maksudmu?” tanya rieun.
“eunji itu yeojachingu sehun, maka dari itu irene iri.” Jawab gaeun.
“kapan mereka jadiannya? Bahkan aku tidak tahu!” gerutu hyeah.
“sebaiknya kita segera masuk kelas sebelum kita dihukum.” Ucap gaeun dan segera pergi.
Kelaspun berjalan dengan lancar-lancar saja walaupun tes telah dilaksanakan.
“eunji aku keluar duluan ya..” ujar eunmi dan segera pergi.
Eunji segera keluar dari kelas setelah mengemas semua barang-barangnya kemudian ia berjalan mencari lapang basket. Tiba-tiba saja sebuah bola basket menggelinding kearahnya dan berhenti begitu menabrak ujung sepatunya. Eunji melihat keseberangnya dan ia menemukan seorang namja yang menengadahkan tangannya kearah eunji. Eunji tahu maksudnya, jadi ia mengambil bola itu dan namja yang diseberangnya hanya mengerutkan dahinya saat eunji berjalan kearahnya.
“aku tidak bagus dalam melempar, jadi ini aku kembalikan padamu.” Ucap eunji sambil megulurkan bola itu pada namja didepannya.
“oh, terimakasih.”
Eunji hanya tersenyum sebagai jawabannya.
“kau eunji kan?” tanya namja itu.
Eunji diam untuk mengingat siapa namja didepannya ini dan dalam hitungan detik ia mengingatnya.
“kau yang waktu itu dihukum juga kan?” tanya eunji dengan tawanya.
“begitulah, kau mau kemana?” tanyanya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
“maaf tapi aku lupa namamu. Aku ingin kelapang basket.”
“tidak apa-apa, aku Min Yoon Gi, tapi kau bisa memanggilku suga.”
“oh, suga.. nama yang unik.”
“bukankah kau mau kelapang basket? Ayo! Aku juga mau kesana.”
Akhirnya merekapun pergi menuju lapang basket bersama.
“kau mau ikut denganku?” tanya suga.
“tidak, terimakasih. Teman-temanku ada disana, jadi aku akan menunggu mereka disana juga.” Jawab eunji.
“oh, baiklah. Sampai jumpa.”
Eunji berjalan menghampiri keempat temannya yang sedang menunggu pengumuman.
“Eunji! Kemarilah!” panggil hyeah.
Eunjipun mengangguk dan mempercepat langkahnya.
“eunji, apa benar kau dan sehun itu pacaran?” tanya rieun.
“Euumm.. S-sebenarnya itu…” perkataan eunji terpotong.
“bagi anggota Cheers dan basket,  masuklah keruangan ini.” Suruh kris.
“ayo kita masuk. Eunji kau tunggu disana saja.” ucap gaeun sambil menunjuk tempat duduk penonton.

“ya.” Jawab eunji dan segera menaiki tangga kemudian duduk ditempat itu.
__Di dalam Ruangan__
“kita mulai saja, inilah hasil diskusi kami. Karena sekarang kelas 12 sudah tidak bisa ikut lagi, maka di sekolah kita hanya ada 5 klub basket saja. Dari kelas 11 ada dua, yaitu B.A.P dan EXO, sedangkan dari kelas 10 ada 3, yaitu BTS, BLOCK B, dan WINNER. Jadi untuk tim Cheers juga, jika kalian tidak terpilih, maka kalian bisa bergabung dengan yang lainnya. Dan tim Cheers yang dipilih hanya Cheerlis, Kara, Red Velvet, Fx, dan Snsd. Dan pembagian groupnya adalah : B.A.P dengan Red Velvet, Exo dengan Cheerlis, BTS dengan Fx, BLOCK B dengan Kara, dan Winner dengan Snsd.” Ujar kris panjang lebar.
“pertandingan basket akan dilaksanakan hari kamis dan jum’at untuk bulan ini. Jadi, persiapkan semuanya dengan matang dan silahkan berunding dengan cheerleader masing-masing sebelum pulang.” Sambung kris.
Merekapun segera bergabung dengan klub masing-masing dan mengatur strategi masing-masing. Tiba-tiba V keluar dari kelas padahal suga belum selesai menyusun strategi. Mereka ber-empatpun langsung menoleh pada yang V lihat tadi. Pantas saja, baekhyun merangkul gaeun.
“harusnya dia biasa saja, bukankah barusan dia merangkul Sulli?” tanya jin.
“mungkin beda.” Sanggah jungkook.
“lanjutkan lagi saja.” ujar j-hope.
Hanya dalam waktu 5 menitpun mereka sudah selesai berdiskusi dan segera keluar dari ruangan itu.
Suga melihat eunji sedang duduk sendiri di bangku penonton, ia bermaksud untuk menghampirinya namun langkahnya terhenti ketika melihat sehun sudah berdiri disamping eunji dan memberikan minum padanya kemudian duduk disampingnya. Sugapun membalikan badannya dan berjalan kearah yang berlawanan. Ia berpapasan dengan gaeun dan baekhyun yang sudah membeli minum didepannya.
‘Penjilat’ gumamnya saat baekhyun melewatinya, namun itu masih bisa didengar oleh baekhyun maupun gaeun.
“apa kau bilang?” tanya baekhyun.
“harusnya kau tahu sendiri.” Jawab suga dan pergi.
“tidak sopan sekali dia! Dia pikir dia siapa! Huh dasar!” gerutu gaeun dan baekhyun hanya tersenyum menanggapinya.
“kita kesana.” Ajak baekhyun dan menarik tangan gaeun menuju tempat yang lainnya berkumpul. Ternyata mereka sedang membahas kostum untuk nanti.
“kita samakan saja dengan yang biasa dipakai Cheers, tapi bedakan warnanya.” Usul gaeun.
“menurutku, kalian harus memakai celana lagi supaya ketika orang melihat, mereka akan tahu jika kalian dari exo.” Tambah eunji.
“ide bagus!” puji baekhyun.
“HEY KALIAN!! CEPAT TURUN! KITA LATIHAN!” teriak kris dari bawah, merekapun segera menurutinya sebelum kris berteriak untuk kedua kalinya dan membuat gedung ini roboh.
“Baby, tunggu dulu sebentar ya, nanti kita bisa pulang bersama.” Ucap sehun pada eunji setelah semuanya pergi.
“tidak usah, aku bisa pulang sendiri!” tolak eunji dan segera mengambil tasnya kemudian pergi. Sehun hanya angkat bahu saja, ia pasrah. Memaksa eunji hanya akan menghambat waktunya saja.
Eunji segera berlari keluar dari sana, ia bersyukur sehun tidak mengejarnya.
“SUGA!” panggil eunji ketika melihat suga sedang latihan basket dilapangan basket outdoor yang tidak jauh dari lapangan basket indoor tadi.

“suga ada yeoja yang memanggilmu.” Ucap v disertai kekehannya.
“kalau begitu kami pergi dulu ya..” sambung jungkook.
“Eh, kalian mau kemana? Aku tidak bermaksud mengganggu latihan kalian kok. Aku hanya ingin berterimakasih pada suga soal lapangan basket tadi. Oh ya,permainan basketmu sangat bagus!” puji eunji pada suga sambil mengacungkan kedua jempolnya.
“Oooooohh ternyata leader kita terlambat karena itu!” sindir j-hope.
“diamlah kalian.” Suruh suga.
“kalau begitu, aku pulang duluan ya. Sampai jumpa.” Pamit eunji.
“ya, sampai jumpa.” Balas suga dan eunjipun pergi.
“suga, dia siapa?” goda v.
“dia eunji teman yeoja yang kau sukai itu.” Balas suga.
“Huwaa!! V sudah menyukai yeoja lain..” ledek jungkook.
“dan yeoja itu dekat dengan sang Hyung (baekhyun).” Tambah jin.
“diamlah kalian, apa aku harus mematahkan sebagian dagunya (baekhyun) dan memindahkannya ke hidungnya?” tanya v.
“ide bagus v, btw.. siapa yang akan menjadi lawan kita nanti?” tanya j-hope.
“kita akan melawan klub yang seangkatan dengan kita dulu, setelah kita mengalahkannya, kita akan melawan sunbae kita.” Jawab suga.
“kita harus mengalahkan exo!” seru V.
“jangan berkhayal terlalu tinggi dulu.” Sahut jin sambil memasukkan bola basketnya ke dalam ring.
“benar v, tapi aku punya cara ampuh untuk menang!” tambah j-hope.
“apa?” tanya v.
“patahkan kaki Kris dan Luhan.” Jawab j-hope enteng.
“sekalian saja dengan dagu si cadel itu!” tambah suga.
“cadel? Maksudmu sehun?” tanya jungkook.
“mungkin, tidak penting mengingat namanya.” Jawab suga.
“sehun akan jadi sainganmu.” Ujar jin.
“kenapa? Karena dia pacar eunji?” tanya suga.
“O.. bahkan dia sudah tahu, tapi masih mendekatinya.” Timpal j-hope.
“aku tidak mendekatinya untuk itu, aku hanya ingin dia jadi temanku saja.” bela suga.
“bahkan jika teman dan pacarnya itu orang yang kau benci?” ledek v.
“HAHAHAHAHAHAHA……..” dan pada akhirnya mereka menertawakan suga.
Dilapangan indoor, kris sedang mengatur posisi untuk mereka nanti dan gaeun juga sedang mengatur formasi untuk Cheers nanti.
“kali ini kita akan tetap diposisi semula, kecuali aku menemukan perubahan dalam diri kalian. Baekhyun Point Guard (PG) {tugasnya adalah membawa bola dan memberikan passing pada temannya, dia yang mengatur irama permainan timnya, apakah cepat atau lambat (playmaker). Posisi ini biasanya dipegang oleh orang yang berbadan kecil tapi lincah dan jago mendribel} Chanyeol Shooting Guard (SG) {tugasnya adalah menembak bola dari jarak-jarak jauh. Dia harus cepat bergerak dan mencari posisi yang kosong untuk melepaskan tembakan. Posisi ini biasanya dipegang oleh orang yang paling bagus akurasi shootingnya} luhan Small Forward (SF) {tugasnya adalah mencetak angka. Dengan kata lain, seorang SF harus mampu menerobos pertahanan dan melakukan lay-up atau duk, juga melakukan shoot dari jarak-jarak tertentu. Posisi ini biasanya dipegang oleh orang yang mempunyai tehnik hebat dan jago mencetak angka} sehun Power Forward (PF) {tugasnya adalah merebound bola, rebound sangat penting. Jika dalam pertahanan,  rebound penting agar bola tak kembali ke tangan musuh. Jika dalam penyerangan, rebound penting untuk kembali menciptakan kesempatan membuat angka. Biasanya posisi ini dipegang oleh orang yang lompatannya tinggi dan badannya cukup besar untuk beradu fisik} dan aku Center (C) {tugasnya di pertahanan dan penyerangan. Pada pertahanan ia harus mampu mengamankan ringnya dan tembakan jarak dekat seperti lay-up atau dunk musuh. Pada penyerangan, C harus mampu melihat posisi teman-temannya dan memberikan umpan pada teman yang kosong [karena posisinya ditengah, jadi mampu memberi umpan kesisi manapun], selain itu, diapun harus kuat beradu fisik dengan musuh untuk mencetak angka dibawah ring. Posisi ini biasanya dipegang oleh orang yang badannya yang paling tinggi dan besar}. OK, mulai. Kita harus merebut bola satu sama lain dan memasukkannya kedalam ring!” Seru kris dan merekapun mulai bermain.
“SUNBAENIM!! Kami pulang duluan ya!” teriak gaeun.
“ya. Jangan lupa untuk latihan.” Balas kris.
“eh, mana eunji?” tanya eunmi.
“tidak tahu, coba hubungi dulu ponselnya.” Jawab gaeun.
“eh, eunji mengirim pesan padaku. Dia bilang dia sudah pulang.” Ujar hyeah saat mengecek handphonenya.
“anak itu benar-benar!” gerutu gaeun.
“kalian duluan saja, aku masih ada kumpul osis.” Ujar eunmi.
“yasudah, Bye~~” balas gaeun dan merekapun segera pergi.
Ketika mereka melewati lapangan basket outdoor, tiba-tiba bola melenceng kearah mereka dan..
‘DUGHH…’
“Awww..” ringis rieun setelah bola itu mengenai keningnya.
“oww, sorry. Jungkook tidak sengaja.” Ucap suga sambil mengambil bolanya.
Gaeun menatap sebal pada 5 namja didepannya.
“kalau tidak bisa bermain basket, sebaiknya tidak usah! Daripada mencelakakan orang lain!” bentak gaeun.
“siapa yang tidak bisa?” tanya suga.
“ya kalian!” jawab gaeun.
“jika kami tidak bisa, kami tidak akan diterima di klub basket dan siapa yang menerima kami? Bukankah exo?” tanya suga dengan nada mengejeknya.
‘Plaakkk..’ gaeun menampar pipi kiri suga.
“kau tidak pantas mengatakan itu!” ucap gaeun dan segera pergi.
“ISH! Dasar gila!” maki rieun sambil menginjak kaki jungkook dan berlalu menyusul gaeun-hyeah.
“AW! Sialan kau!” teriak jungkook.
“Dasar cheers gila!” gumam suga.
“tapi eunji juga ada disana.” Ujar jin.
“ah, terserahlah. Kita pergi ketempat kita saja. disana akan lebih tenang untuk latihan.” Ucap suga dan merekapun pergi.
Setelah sampai disana, seperti biasa. Tempatnya sudah riuh, mungkin teman-teman mereka yang lain sudah menganggapnya sebagai rumah sendiri.

Sementara itu, ketika jam sudah menunjukan pukul 4pm, para anggota osis sudah selesai rapat untuk persiapan pertandingan basket nanti. Eunmi segera keluar dan sebelum pulang, ia membereskan arsip-arsipnya dulu di tempat duduk yang ada di lapang bola. Ia tidak tahu jika diatas sana ada luhan yang sedang minum. Karena luhan sedang bosan, jadi ia iseng dan melemparkan kaleng bekas minumannya itu kearah eunmi tepat ketika eunmi berdiri.

“Aww..” ringis eunmi dan segera melihat kearah datangnya kaleng itu. Melihat itu, luhan segera berlari kearahnya.

“Maaf, kukira tidak akan sampai.” Ucap luhan.
“issh.” Gumam eunmi dan segera pergi meninggalkan luhan sendiri.
Setelah eunmi pergi, luhan hanya tersenyum saja. Tidak ada yang mengetahui apa yang dipikirkannya kecuali dia dan tuhan.
~~TBC~~