Tittle : Our
School Life (It’s never Dark)
Main
Cast :
Ø
Rae
Eun Mi
Ø
Song
Hye Ah
Ø
Lee
Ga Eun
Ø
Im
Ri Eun
Ø
Choi
Eun Ji
Support
Cast :
Ø
Lee
Ji Hyun (Qri)
Ø
Kang
Jiyoung
Ø
Red
Velvet
Ø
Other
Suara riuh para murid baru di Seoul of
International high school itu sangat memekakan telinga. Entah apa yang mereka
bicarakan, padahal hari ini baru hari penerimaan murid disana dan sekaligus
perayaannya.
Seorang yeoja sedang melihat-lihat keadaan
sekitarnya, sebenarnya ia bingung mencari tempat berkumpulnya para murid baru
itu.
“Permisi, apakah kau tahu dimana tempat
berkumpulnya itu?” tanyanya pada seorang yeoja yang lewat didepannya.
“tentu saja, ayo pergi bersama.” Ajaknya dan menarik
tangan yeoja yang kebingungan tadi.
“oh ya, namamu siapa? Aku lupa menanyakannya.”
Ucap yeoja yang menarik tangannya itu.
“aku Choi Eun Ji, kau sendiri?”
“aku Lee Ga Eun.” Jawabnya dengan senyumannya yang
membuat mata sipitnya itu nyaris tidak terlihat.
“senang bertemu denganmu.” Ucap eunji sedikit
menunduk memberi salam.
“ya, aku juga senang bertemu denganmu. Semoga kita
sekelas ya?”
“ya, semoga saja.”
Merekapun berjalan menuju tempat duduk yang
tersedia disana.
“kami ikut duduk ya..” ucap gaeun pada 2 yeoja
yang sedang mengobrol.
“silahkan saja.” jawab yeoja yang duduk disamping
gaeun.
“Eh, kau Eunmi?” Tanya gaeun.
Yeoja itupun langsung menoleh dan matanya langsung
berbinar, seperti bertemu dengan sahabat lama.
“kau gaeun?” tanyanya, gaeun mengangguk dengan
semangat.
Eunmipun langsung memeluknya erat, begitu juga
dengan gaeun.
“aku tidak menyangka kita satu sekolah lagi!” seru
eunmi setelah melepaskan pelukannya.
“hmmm ya! Oh ya, perkenalkan ini temanku namanya
Choi Eunji.” Ujar gaeun.
“oh, haiii… namaku Rae Eun Mi, dan ini Song Hye
Ah.” Tutur eunmi.
“hai.. ya, senang bertemu kalian.” Balas eunji.
“semoga kita bisa satu kelas ya!” seru hyeah.
Semuanyapun mengangguk semangat.
Sementara menunggu penyambutan, mereka asik
mengobrol hingga suasana mendadak hening saat seorang siswi naik keatas
panggung.
“selamat pagi semuanya… pagi yang menyenangkan
bukan untuk adik-adik kelasku?...................” yeoja itu berbicara panjang
lebar namun tidak digubris oleh mereka ber-4. Pada pandangan pertamapun mereka
langsung tidak menyukai yeoja itu yang pastinya adalah kakak kelasnya.
“siapa mereka?” gumam eunji saat melihat 5 namja
yang seperti tiang listrik itu berjalan menaiki panggung. Tidak semua tinggi
sih, ada yang biasa-biasa saja.
“AAAAA…………….” Histeris para siswi setelah melihat
ke-5 namja itu. Lagi-lagi kecuali mereka ber-4, mereka hanya cengo.
“jual tampang doang.” Gumam Gaeun dan langsung
memulai pembicaraan mereka lagi dan mengabaikan para namja yang sedang
berbicara di atas sana.
Saat para siswi histeris melihat satu persatu dari
mereka memperkenalkan diri, mereka ber-4 malah sibuk tertawa, menceritakan
hal-hal lucu yang pernah terjadi disekolah mereka dulu. Hingga mereka tidak
menyadari jika dari tadi seorang namja yang paling tinggi itu menatap tajam pada
mereka.
“Hey kalian yang disana!” serunya sambil menunjuk
kearah mereka.
Menyadari jika semua orang menatap mereka,
merekapun menoleh dan melihat wajah menyeramkan dari mereka semua.
“kau berbicara pada kami?” Tanya gaeun.
“tentu saja.”
“apa?” Tanya Hyeah.
“apa kalian tidak punya sopan santun? Hargai jika
orang sedang berbicara!” serunya.
“memangnya kau mau dihargai berapa hah?” Tanya
gaeun menantang, ia sama sekali tidak takut.
“kau berani hah?” bentak kris.
“menurutmu?” Tanya gaeun dan segera mengambil
tasnya kemudian pergi.
“menyebalkan saja.” decak Hyeah, melirik namja itu
sekilas dan segera pergi juga, eunmipun segera pergi mengikuti mereka berdua.
Yang tersisa disana hanyalah eunji, eunji segera berdiri dan membungkuk kearah
namja itu.
“maafkan kami Sunbaenim..” ucapnya dan sekali lagi
membungkuk.
Seorang namja yang memiliki tinggi tidak jauh beda
darinya langsung menepuk bahu namja yang tengah dilanda emosi itu.
“sabar kris.” Bisiknya dan segera mengambil alih
Micnya. Yang dipanggil kris itupun segera menghampiri teman-temannya dibelakang
dan segera duduk disebelah sehun.
“dia masih memiliki kesopanan.” Ucap sehun pada
kris setelah melihat ada satu yeoja dari mereka yang minta maaf namun….
“hanya saja bodoh.” Sambungnya setelah melihat
eunji pergi menyusul ketiga temannya. Entahlah, eunji tidak tahu jika
diharuskan mendengarkan sambutan dari mereka. Jika ia tahu, maka ia akan tetap
duduk disana.
Saat gaeun berjalan kearah gerbang, ia melihat
seorang yeoja yang sedang berusaha masuk namun gerbang itu terkunci. Karena ia
sama kudetnya dengan Eunji, maka ia berjalan kesana dan membuka gerbangnya.
“Terimakasih!” seru yeoja itu.
“ya, kenapa kau baru datang?” Tanya gaeun.
“karena aku kesiangan hehe..” jawabnya.
“oh..”
Gaeun bermaksud pergi namun yeoja itu mengikutinya.
“hey tunggu dulu, aku ikut denganmu.” Serunya.
“boleh, tapi namamu siapa?”
“aku Im Ri Eun, kau?”
“oh, aku Lee Ga Eun. Ayo, disana ada
teman-temanku.”
Gaeun dan Rieunpun langsung pergi, mereka lupa
tidak mengkunci lagi gerbangnya.
“hey kalian, ini teman baru kita. Namanya Im
Rieun.” Ujar gaeun pada eunji, hyeah, dan eunmi. Mereka bertiga langsung
tersenyum dan mengulurkan tangan mereka pada gaeun untuk berkenalan.
Dilain tempat, 4 orang namja dengan pakaian yang
tidak rapi baru sampai disekolah dan nasib baik bagi mereka karena gerbang
tidak dikunci. Merekapin masuk dan mencari dimana tempat berkumpulnya murid
yang lain.
“jin pasti sudah berada disana.” Ucap namjaa yang
bername-tag J-hope.
“ya, dia tega sekali dengan kita.” Balas namja
yang wajahnya berbentuk V.
“Benar sekali v! eh, bukannya kau memiliki hyung
yang bersekolah disini? Kenapa kau tidak bersama dia? Akan lebih mudah masuk
lhoo…” celetuk namja yang kulitnya seputih gula itu.
“aku tidak inngin membicarakan itu, suga!” bentak
namja yang dipanggil V itu.
“sepertinya kalian masih bermusuhan yaaaa…” goda
namja satunya lagi yang bernama Jungkook.
“ah kalian itu berisik sekali!” bentak v sekali
lagi.
Mereka bertiga hanya menertawakan v, setelah itu
suasana kembali aman dan mereka kembali menelusuri sekolah itu namun
tiba-tiba……
“hey kalian!” seru seseorang yang membuat mereka
menoleh.
“apa?” Tanya v.
“sudah tau salah masih bertanya! Ayo cepat ikut
aku!” serunya dan menyeret anak-anak itu.
“heh! Aku bisa berjalan sendiri!” bentak v dan
menghempaskan tangan namja yang menyeretnya itu kemudian berjalan
mendahuluinya.
“Chanyeol!” panggil seseorang dan membuat namja
itu menoleh.
“Oh baekhyun, anak-anak ini kesiangan.” Ujar
chanyeol.
Mendengar nama chanyeol, vpun segera menoleh dan
tatapan tajamlah yang ia dapat dari baekhyun.
“hari pertama sudah kesiangan, memalukan!” sindir
baekhyun dan ia sedikit menabrak bahu v ketika melewatinya.
“ayo ikut aku.” Ujar baekhyun.
Sedangkan itu, ditempat lain Kris dan Krystal
sedang berjalan kearah gaeun, eunmi, rieun, hyeah dan eunji.
“kalian tidak ikut penyambutan jadi ikut kami.”
Ucap Krystal.
“cepat.” Tambah Kris dan berlalu.
Mereka saling bertukar pandang kemudian bangkit
dan mengikuti Kris dan Krystal. Ternyata mereka semua menuju ruang kepala
sekolah. Saat pintu terbuka, disana terlihat 4 namja dengan pakaian tidak
sepatutnya. Gaeun berdesis pelan melihat mereka, apalagi ada yang tersenyum
melihat mereka dating, itu membuatnya tambah kesal.
“Anyeong~” sapa eunji dan membungkuk kearah
mereka.
“apa yang kau lakukan?” bentak gaeun.
“apa? Aku hanya memberi salam.”
“ish kau ini!”
“hahaha dia mencoba jaga image!” celetuk V pada
gaeun.
“apa kau?” bentak gaeun.
V hanya mengangkat bahu tanda tak tahu, ia malas
bertengkar sekarang.
“hari ini kalian masih dimaafkan, jadi kalian
hanya ditugaskan untuk membersihkan ruangan-ruangan.” Ucap Kris.
Jungkook langsung mengangkat tangannya.
“tapi kami tidak tahu letak ruangannya.” Ucappnya.
“karena itu aku akan menugaskan teman-temanku
untuk membimbing kalian.”
Dalam hati jungkook telah menggerutu, tadinya ia
mencari cara agar tidak disuruh membersihkan ruangan.
“ayo cepat saja bicaranya!” suruh gaeun.
“kau harus belajar santun.” Tunjuk kris pada
gaeun, gaeun hanya balik menatapnya.
“Ok, Gaeun, Suga dibimbing oleh Chanyeol menuju
ruang 1.” Ucap Kris.
“Eunmi dan Jungkook dibimbing olehku menuju ruang
2, Rieun, V dibimbing oleh Baekhyun menuju ru__” belum selesai kris berbicara
langsung mendapat penolakan dari baekhyun.
“No, No!” tolak baekhyun.
“kenapa?” Tanya kris, baekhyun berdecak pelan,
kris pura-pura bodoh.
“aku ingin diruang selanjutnya, jadi kau serahkan
saja itu pada luhan.”
“baiklah, Rieun dan V dibimbing luhan menuju ruang
3, kemudian Hyeah dan J-hope dibimbing baekhyun menuju ruang 4, dan sisanya…
(Kris melihat kesamping luhan) Sehun kau tidak keberatan?” tanyanya memastikan,
sehun hanya mengangkat sebelah alisnya.
“selama itu kewajibanku.” Jawabnya enteng, dan
jawabannya itu telah membuat gaeun dan eunji jatuh keperangkatnya.
“ok’ berarti eunji dan sehun menuju ruang 5.”
Sambung kris lagi.
Gaeun segera melirik eunji yang berada diujung
sana, ‘aku akan mengalahkanmu’ batinnya ketika melihat eunji tersenyum pada
sehun.
“segera lakukan tugas kalian, sekarang.” Ucap kris
dan ia segera pergi diikuti yang lainnya.
__Di
Ruang 1__
Gaeun maupun suga hanya berdiam diri, sama sekali
tidak ada niat untuk membereskan ruangan itu.
“ayo bereskan.” Suruh chanyeol.
“tidak mau.” Tolak suga.
“oh jadi kau ingin hukuman yang lebih berat?”
Tanya chanyeol dan ia segera meraih hpnya.
‘Pukk..’ gaeun memukul punggung suga dan ia segera
menghampiri chanyeol.
“tidak kok sunbaenim, kami akan membereskannya.”
Ucap gaeun, seketika chanyeol bingung. ‘kapan anak ini berubah?’ batinnya.
Namun ia tidak ingin memikirkannya, itu akan membuatnya semakin pusing.
“kalau begitu cepat bereskan.” Suruh chanyeol.
Gaeun segera menarik tangan suga dengan kasar dan
ia mengambil sapu kemudian memberikannya pada suga.
“kau yang menyapu, aku akan membereskan
meja-mejanya.” Ucap gaeun.
“enak saja! kau yang menyapu!”
Suga melemparkan sapunya pada gaeun, gaeun hanya
sedikit menggeram.
“ok, aku yang menyapu!” teriak gaeun.
“baguslah.” Balas suga.
“timku akan mengalahkan timmu!” tekan gaeun.
“silahkan saja jika bisa, aku tidak akan menyerah
begitu saja.”
“aku juga begitu.”
“hey kalian! Cepat bereskannya, jangan bicara
terus!” suruh chanyeol.
Mereka berduapun segera membereskan ruangan itu
dengan suasana yang sangat dingin, tidak ada pembicaraan sama sekali, mereka
perang dingin.
__Ruang
2__
Jungkook memunguti sampah-sampah itu dengan tampang
yang jijik. Kris yang melihatnyapun kesal.
“hey! Kerjakan dengan benar!” bentaknya.
“tapi ini sangat menjijikan!” teriak jungkook.
Kris segera menghampiri jungkook dan menarik kerah
bajunya.
“sekali lagi kau berteriak padaku, rasakan saja
akibatnya.” Ancam kris dan melepaskannya kemudian dia pergi keluar. Eunmi hanya
bergidik ngeri melihatnya, dalam hatinya ia berjanji tidak akan pernah membuat
kris marah karena ia tidak mau nasibnya sama seperti jungkook.
“sialan!” gumam jungkook dan ia segera membuang
sampah itu.
__Ruang
3__
Luhan yang membimbingnya tidak banyak bicara,
karena memang begitulah karakternya.
“bersihkan itu.” Suruhnya dan menunjuk kedalam
ruangan.
V juga sedang tidak ingin banyak bicara setelah
melihat tingkah baekhyun tadi, tapi diotaknya tetap terbesit pikiran jahil.
“sunbaenim cantik sekali..” celetuk v pada luhan.
“apa kau bilang?” Tanya luhan disertai tatapan
tajamnya.
“sunbae sangat cantik!”
Rieun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, sudah
tahu luhan marah, v masih saja menjawabnya.
“sekali lagi kau mengatakannya, mulutmu akan
robek.” Ancam luhan.
“bagaimana ca__”
‘Bugh…’ luhan memukul perut v sehingga v berhenti
berbicara dan meringis kesakitan.
“jangan banyak bicara! Cepat bereskan.” Suruh
luhan dan segera pergi.
__Ruang
4__
Disini suasana tenang-tenang saja. J-hope dan
hyeah membersihkan semuanya dengan tenang namun tiba-tiba…
‘Praakk…’ sebuah gelas pecah dan jatuhnya tepat ke
kaki hyeah, hyeah langsung memegangi kakinya.
“eh, kau baik-baik saja?” Tanya J-hope dan
menghampiri Hyeah, hyeah hanya mengangguk namun keluar darah dari pergelangan
kakinya, darahnya sangat banyak.
“diamlah.” Ucap J-hope dan menggendong hyeah.
“apa yang kau lakukan?” Tanya hyeah.
“kita ke Uks.” Jawab J-hope dan berjalan keluar.
“kalian mau kemana?” Tanya baekhyun.
“kakinya terluka sunbaenim.” Jawab J-hope.
“cepat bawa dia ke Uks.” Suruh baekhyun, j-hope
hanya mengangguk.
__Ruang
5__
“ruangannya sudah bersih, sepertinya kris lupa
jika ruangan ini sudah bersih.” Ujar sehun.
“jadi kau juga sudah tahu jika ruangan ini sudah
bersih? Pantas saja (Eunji mengetahui alasan sehun berkata bijak seperti
tadi).”
“kenapa tidak memanggilku sunbae? Tadi kau
memanggil semua sunbae.”
“oh, hehe aku lupa.”
“mungkin karena wajahku terlihat muda ya.”
‘narsis.’ Batin eunji, ia melihat pada sehun yang
berada disampingnya dan sehunpun menoleh.
“o…” eunji segera memalingkan wajahnya. Sehun hanya
menahan tawanya melihat reaksi eunji itu.
Akhirnya merekapun hanya duduk di meja dan sibuk
dengan kegiatan masing-masing.
“kita hanya akan diam seperti ini?” Tanya eunji.
“sampai kris memanggil.” Jawab sehun dan segera
memainkan handphonenya lagi.
__Skip
Time__
Saat selesai membereskan ruangan itu, mereka semua
langsung keluar dari kelas masing – masing. Gaeun segera mencari teman-temannya
yang lain, ia bermaksud untuk mengajak mereka makan namun terdengar pengumuman.
“Bagi para siswa siswi baru silahkan untuk
berkmpul di lapang sekolah.” Ucap seseorang dari speaker.
“apa lagi ini?” gerutu gaeun dan ia segera pergi
kelapangan disusul teman-temannya yang baru keluar.
“sekarang waktunya untuk mendaftarkan nama kalian
ke sebuah bidang yang kalian minat, sebelum itu, disekolah ini ada 4 eskul yang
sangat diminati, yaitu klub dance, lukis, basket, dan terakhir Cheerleader.
Untuk ketua dari masing-masing grup ada Oh Sehun dari kelas 11-2, Wu Yifan dari
kelas 11-1, dan Jung Su Jung dari kelas 11-1. Sehun memimpin klub dance, Yifan
memimpin klub lukis serta basket, dan Sujung memimpin klub cheerleader.
Sekarang kita serahkan pada Oh sehun untuk berbicara.” Ujar seorang yeoja yang
bernama Irene mempersilahkan sehun.
“Anyeong~~ ya, namaku Oh sehun dari kelas 11-2,
aku disini tidak akan banyak bicara, kepada kalian yang berminat di bidang
dance, silahkan daftarkan diri kalian didepan kelas 10-1. Itu saja yang ingin
kusampaikan.” Ucap sehun singkat namun mendapat kehisterisan dari para siswi,
ya kecuali mereka ber-5.
“aku akan mendaftar.” Ucap gaeun dan segera pergi.
“semoga berhasil!” teriak mereka ber-4
menyemangati gaeun.
“selanjutnya, kita beri tepuk tangan untuk Yifan!
Silahkan..” ucap Irene lagi.
“selamat pagi semua, ya seperti apa kata sehun,
yang ingin mendaftar di bidang lukis dan basket silahkan menuju depan kelas
10-1, disana sudah ada panitia yang menunggu.” Ujar kris singkat dan segera
pergi.
“hey, aku sudah daftar!” seru gaeun.
“wah, semoga kau diterima.” Ucap eunji.
“tentu saja!” balas gaeun.
“yang terakhir kita beri tepuk tangan untuk
Sujung… silahkan sujung..” ucap Irene.
“anyeong para hobaeku yang cantik dan tampan… ya,
aku Jung Sujung dari kelas 11-1, kalian bisa memanggilku Krystal-sunbaenim…”
ucapnya.
“jauh sekali haha..” tawa mereka ber-5 namun
untung tidak terdengar krystal.
“kalian tahu Cheerleader kan? Tentu saja bukan?
Siapa yang berminat bisa mendaftarkan
dirinya di depan kelas 10-2. Semoga kalian berminat ya..” ucap krystal panjang
lebar.
“kita daftar yuk..?” ajak gaeun.
“aku tidak bisa.” Ucap eunji.
“kenapa? Dengan kita daftar, kita bisa mengalahkan
krystal itu!”
“aku tidak bisa saja. jika aku berminat nanti aku
ikut, hanya saja sekarang tidak, tapi kalian jangan khawatir, aku mensupport
kalian kok..” jelas eunji.
“baiklah, kami akan mendaftar. Tapi kau juga harus
mengikuti suatu kegiatan, eunji.” Suruh Hyeah.
Eunji hanya mengangguk, dan merekapun pergi. Ia
melirik sekitarnya, dan….
“baiklah..” gumamnya dan segera menuju pendaftaran
klub lukis.
Disibukkan dengan eskul masing-masing, akhirnya
merekapun berkumpul kembali di kantin sekolah.
“aku masuk 10-1.” Ucap gaeun.
“aku juga.” Balas eunmi.
“aku 10-2.” Ujar eunji.
“kita sekelas.” Sahut Hyeah.
“yaahhhh.. aku 10-3!” gerutu rieun.
“tidak apa, kelas kita berdekatan.” Ucap eunji.
Saat Gaeun akan meminum jusnya, tiba-tiba ada yang
menyenggol sikunya, menyebabkan jus itu tumpah ke roknya.
“Ya!” bentaknya dan segera berdiri.
“oh maaf, aku tidak sengaja.” Ujar orang yang
menyenggolnya itu, Gaeun sedikit menggeram, menyebalkan sekali namja ini’
batinnya.
“maaf saja tidak cukup!” bentak gaeun, sebenarnya
jika orang lain, ia tidak akan marah-marah seperti ini, hanya saja karena yang
menyenggolnya suga, namja yang tadi berdebat dengannya, maka emosinya naik
lagi.
“lalu aku harus apa? Membersihkan rokmu? Hahaha
enak saja!” ujarnya dan segera pergi.
Gaeun meremas tissue yang dipegangnya, menyadari
itu, rieunpun menepuk bahunya.
“kita akan membalasnya.” Ucap Rieun.
Gaeun hanya mengangguk-angguk dan duduk kembali.
Saat pesanan mereka dating, datanglah juga 4 namja
yang terkesan berandalan kesana.
“hey aku disini!” teriak suga memanggil ke-4
temannya itu.
“Waaaa… Keren!!” histeris para yeoja disana.
“siapa mereka?” Tanya eunmi.
“entahlah, hanya sekumpulan orang sombong.” Jawab
eunji disertai tawanya.
Salah seorang dari ke-4 namja itu menoleh kearah
meja mereka dan tersenyum, namun mereka tidak menyadarinya hanya Hyeah saja
yang menyadarinya karena dia memang tahu siapa namja itu, beberapa jam yang
lalu juga hubungan mereka sudah membaik. Hyeah jadi tersenyum sendiri
memikirkannya.
__Flashback
on
J-hope mengambil kotak P3K dan duduk dihadapan
hyeah. Ia segera mengobati luka itu dan membalutnya dengan perban.
“Terimakasih.” Ucap hyeah.
“ya, lain kali hati-hati.”
Hyeah hanya mengangguk-angguk sementara itu J-hope
langsung menyimpan kotaknya lagi ketempat semula.
“Ayo kembali kesana.” Ajak J-hope.
“emm… tunggu dulu.” Cegah hyeah.
J-hopepun menoleh dan diam.
“apa kau Jung Ho Seok?” Tanya hyeah.
J-hope hanya tertegun mendengarnya, yang
mengetahui nama aslinya itu hanyalah teman-teman dekatnya dan seorang yeoja
kecilnya dulu, jangan-jangan….
“apa kau…?” pertanyaan J-hope terpotong karena
hyeah langsung mengangguk, ia kemudian berlari kearah Hope dan memeluknya erat.
“aku merindukanmu.” Ucap Hyeah.
“maaf.”
“kau tidak akan pergi lagi, kan?”
“tidak.”
“terimakasih.”
Hyeahpun melepas pelukannya dan tersenyum kearah
J-hope, karena gemas, hopepun mencubit kedua pipinya.
“appo…” ringis hyeah.
“hahaha, ayo kita kembali kesana.” Ujar J-hope
lalu menarik tangan hyeah dan menggenggamnya. Merekapun kembali keruangan tadi.
__Flashback
off
Ke-4 namja itupun menghampiri suga dan duduk
dimasing-masing kursi disana. V terlihat memainkan handphonenya, tanpa yang
lain sadari, ia sedang men-zoom wajah gaeun lewat kameranya dan memotretnya.
“kita diterima di klub basket.” Ucap jin.
“sudah pasti.” Sahut suga.
“tapi tidak akan bergabung dengan sunbae kita,
kita akan seperti ini juga ketika perlombaan basket antar klub.” Jelas jin.
“tenang saja, kita punya Suga.” Ujar Jungkook.
“tapi mereka punya Kris dan Luhan.” Sanggah Jin.
“da nada baekhyun juga hahahaha…” tambah J-hope.
“berhentilah membicarakan orang itu!” bentak V.
“meskipun begitu, diakan hyungmu V.” ujar J-hope.
“kata siapa? Memangnya dia mirip denganku?
Wajahnya saja dia panjang, dan kau lihat saja dagunya, jauh sekali denganku!”
ucap V membela diri.
“tapi tetap mirip.” Goda J-hope.
“sekali lagi kau berbicara seperti itu… (menunjuk
J-hope)”
“apa?” Tanya J-hope.
“aku akan menciummu.” Jawab V dan disambut tawa
oleh mereka ber-4.
‘Hwwaaaaa!!!!! Lihat EXO! Mereka tampan sekali!!’
teriak para yeoja ketika Kris, luhan, sehun, baekhyun dan chanyeol masuk
kesana. Mereka tampak menulikan telinga, namun itulah kelebihan mereka,
bersikap cool dimanapun dan kapanpun.
“apalagi exo?” Tanya Rieun.
“entahlah, sepertinya disini banyak sekali group
seperti itu.” Jawab eunmi acuh tak acuh.
“dan kita akan menjadi salah satunya.” Ucap gaeun.
“apa maksudmu?” Tanya Eunmi.
“ya, kita harus mengalahkan kepopuleran mereka.”
“caranya?” kini giliran Eunji yang bertanya.
“kita akan selalu menang dalam hal apapun,
termasuk Cheerleader. Kita harus bisa masuk ke tim Exo.” Jelas gaeun.
“kenapa?” Tanya eunji lagi.
“kau lihat kan kepopuleran mereka? Jika kita
masuk, kita juga akan ikut popular dan mengalahkan tim yang setingkat dengan
kita.”
“benar, ide bagus!” puji hyeah dan mengacungkan
jempolnya pada gaeun.
“Baek, dia mirip denganmu.” Bisik sehun ketika
melewati meja BTS, namun itu masih bisa didengar oleh Baekhyun maupun V.
Maklumlah, v sangat sensitive jika mendengar nama Baekhyun, ingin sekali dia
membunuhnya.
“mirip darimana, wajahnya saja jelek seperti itu.”
Balas baekhyun dan sehunpun hanya tertawa mendengarnya.
Akhirnya merekapun duduk di meja yang terletak di
pojok namun mereka sibuk dengan
kegiatannya masing-masing, yaitu memilih-milih anggota yang akan dipilih
untuk masuk ke klub eskul mereka. Malklumlah mereka semua ketua di semua klub
eskul, jadi beginilah keadaannya.
“aku selesai.” Ucap sehun dan merentangkan
tangannya.
“cepat sekali.” Ucap baekhyun.
“mereka semua sepertinya hebat, jadi aku menerima
semua yang daftar.”
‘Pukk..’ Kris memukul tengkuk sehun.
“aduh..” ringis sehun sambil mengusap-usap
tengkuknya yang dipukul kris.
“periksa dengan benar, dasar pemalas.” Ejeknya.
“iya memang aku lagi malas.” Balas sehun.
“sehun kau harus memeriksanya dengan benar, nanti
jika masuk semua, kau yang repot.” Kata luhan mengingatkan.
“iya, sehun ini pemalas sekali!” sambung chanyeol.
“heh apa kau dobbi ikut-ikutan segala? Aku
melarangmu bicara.”
“memang kau siapa hah? Yang punya mulut aku
sendiri.”
“tapi aku juga punya telinga yang mendengar dan
mulut yang ingin bicara.”
“ya, sama aku juga seperti itu!”
“hey kalian, hentikan.” Suruh kris, dengan
seketika merekapun berhenti dan segera perang dingin.
“baek, adikmu daftar jadi pemain basket.” Ucap
Kris.
“terima saja, aku ingin melihat seberapa payahnya
dia.”
“hahaha, ok’ ok’”
Sementara itu, Krystal sedang memeriksa
formulir-formulir yang mendaftar menjadi Cheerleader, iapun memilihnya dengan
cermat dan dengan cepat ia bisa menyelesaikannya.
“beritahu mereka jika nama yang terpilih sudah ku
pasang di madding sekolah.” Suruhnya pada Seol-Ri. Iapun segera pergi untuk
menempelkannya di madding. Seketikapun madding terpenuhi oleh para yeoja yang
ingin melihatnya.
“Yes!! Kita berhasil!” teriak gaeun dan langsung
memeluk ke-4 temannya.
“lalu dimana exonya?” Tanya eunji.
“kita berpencar dan cari mereka.” Jawab gaeun dan
mereka melakukan high-five sebelum pergi.
Gaeun berjalan menelusuri koridor dan bukannya
bertemu exo, dia malah bertemu bts. Nasib sialnya memang hari ini.
“lihat dia, pasti sedang mencari klub basket.”
Seru suga.
“kau masuk saja ke klub kami.” Saran V.
“dengan sangat berat hati kukatakan Terimakasih.”
Tekan gaeun dan segera pergi meninggalkan namja-namja stress menurutnya itu.
Rieun diperjalanan bertemu dengan chanyeol, maka
ia segera menghentikannya.
“Ya! Tunggu!” teriaknya, memang tidak ada
kesopanan sama sekali.
“ada apa?” Tanya chanyeol.
“kau exo kan?”
“berapa usiamu?”
“oh, maaf. Oppa exo kan?”
“ya, memangnya kenapa?”
“begini, kami diterima di klub cheerleader, apa
kami bisa begabung dengan tim oppa?”
“aku kurang tahu masalah itu, kau bisa
menanyakannya pada Kris. Aku pergi dulu.”
Rieun hanya mendesis ketika chanyeol pergi, sudah
repot-repot ia memanggilnya oppa, dasar!
Hyeah dan eunmi malah lebih parah, mereka tidak
bertemu siapapun kecuali orang-orang yang tidak penting menurut mereka seperti
siswa-siswi dan guru-guru (murid durhaka), karena memang yang mereka cari
hanyalah exo.
Sedangkan itu, eunji berjalan menuju lapang basket
dan ia melihat sehun sedang memainkan bola basketnya itu. Iapun segera berjalan
kearah sana, karena disitu ada sehun, berarti disitu juga exo berada.
“Anyeonghaseyo sunbaenim..” sapanya sambil sedikit
membungkuk.
“anyeong..” balas Kris.
“heh, kau mau apa?” Tanya sehun.
‘menyebalkan sekali!’ batin eunji.
“ada perlu apa?” Tanya Kris.
“begini sunbaenim, teman-temanku diterima di tim
cheerleader, apa mereka bisa masuk ke tim sunbae?” Tanya eunji.
“aku akan menerimanya jika kau ikut di tim itu.”
Celetuk sehun.
Eunji hanya meliriknya sekilas, ternyata selain
tampan, sehun juga menyebalkan.
“ohh.. besok kau berikan saja formulir mereka
padaku.” Ucap Kris.
“baiklah, terimakasih sunbae.” Ucap eunji dan
membungkuk.
Kris hanya mengangguk dan pergi.
“kau mau ke kelas kan?” Tanya sehun.
Eunji hanya mengangguk, walaupun tujuannya belum
jelas.
“cepat pergi sana, kau mengganggu pemandanganku.”
“memang aku mau pergi!”
Eunjipun segera pergi sedangkan sehun hanya
tertawa melihatnya.
“aku ke kelas duluan ya.” Ucap sehun dan segera
berlari.
‘Tapp…’ tangannya merangkul bahu eunji, reflex
eunji mendorongnya.
“Ya!!” bentaknya dan sehun hanya terkekeh.
“kenapa galak sih?” tanyanya.
“karena kau tidak sopan!”
“mau sopan bagaimana? Kau juga barusan tidak sopan
padaku.”
“itu karena__” umpatan eunji terpotong karena ia
menyadari perkataannya tadi.
“Ish! Sudahlah.” Ucapnya dan pergi namun sehun
mengikutinya seperti dia pengawal eunji.
“kenapa mengikutiku?” Tanya eunji, setengah
membentak. Bisa-bisa rahasia grupnya ingin bergabung dengan exo terbongkar
karena sehun yang terus mengikutinya.
“aku juga ingin ke kelas.”
“ke kelas? Tapi lihatlah, ini itu arah ke toilet
perempuan. Apa kau perempuan?”
“ohh… (menggaruk tengkuknya) aku salah arah.”
Ucapnya malu dan pergi.
Eunji hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
Wajahnya sih cool, tapi dia cukup bego.
“eunji!” panggil Eunmi.
“oh, eunmi. Mana yang lain?” Tanya eunji.
“mereka ke klub masing-masing. Kau tidak kumpul ke
eskul lukismu?”
“kurasa tidak ada jadwal untuk kumpul.”
“baiklah, lebih baik kita tunggu mereka saja di
gerbang.”
“ya.”
Merekapun berjalan menuju gerbang sekolah.
Sementara itu, gaeun dan j-hope masuk ke kelas
dance itu. Sudah lama mereka menunggu kedatangan ketua itu namun belum dating
juga sampai 30 menit, hingga…
‘Brakkk..’ suara pintu terbuka dengan keras dan
memunculkanlah sosok sehun dengan tampangnya yang tidak menampilkan ekspresi
apapun. Dia berjalan kearah mereka dan berdiri didepan mereka semua.
“ini berapa orang?” Tanya sehun.
“23.” Jawab seseorang yang memegang sebuah kertas.
“oh, jadi yang diterima di klub ini adalah kalian
semua yang sudah berkumpul hari ini.” Ujar sehun dan disambut dengan sorakkan
para siswa-siswi yang masuk di kelas itu.
”untuk hari ini kita latihan sebentar dulu. Hanya
30 menit.” Ujarnya lagi dan mengambil kertas yang merupakan daftar pengikut
kelas dance ini. Gaeun hanya duduk di kursi dan menopang dagunya dengan kedua
tangannya sambil memandangi wajah sehun hingga ada sebuah buku yang mengenai
kepalanya dan ketika ia menoleh, suga terkekeh padanya. Sial! Umpat gaeun,
ternyata suga juga mengikuti kelas ini. Tiba-tiba saja dia menjadi un-mood
karena kehadiran suga.
Rieun segera duduk di sebuah kursi yang masih
kosong di kelas baekhyun yang merupakan kelas tarik suara itu. Awalnya dia
senang-senang saja, namun saat menoleh kesamping, tampaklah wajah yang tidak
ingin ia lihat, ya! Itu Jeon Jeongguk, musuh bebuyutannya dari sekolah dasar.
Tepatnya setelah jungkook pindah dari busan ke seoul dan saat itu juga ia
menjadi tetangga rieun, namun rieun tidak pernah menganggapnya tetangga. Ia
sangat tidak menyukai dengan kedatangan jungkook itu karena jungkook merupakan
lawan terbesarnya karena ia dapat mengalahkan rieun di kelas dan mengambil
gelar rieun ketika SMP dulu. Rieun berjanji dalam hati jika itu tidak akan
terjadi lagi. Ia terus menatap jungkook disampingnya dan jungkookpun menoleh.
“kau tidak usah terpesona seperti itu.” Ejeknya
pada rieun.
“terpesona? Sepertinya aku ingin muntah
mendengarnya!”
“jangan muntah disini.” Ucap jungkook.
“aku bisa menahannya jika aku tidak melihat
wajahmu.”
“maka jangan melihat wajahku.”
Rieun mendesis pelan dan menolehkan wajahnya ke
depan.
“hari ini kita tidak latihan dulu, kalian
dipersilahkan pulang. Untuk hari-hari selanjutnya tidak boleh datang terlambat
kesini.” Ujar baekhyun dan dibalas dengan anggukan mereka semua.
Setelah memberi salam, baekhyunpun pergi disusul
dengan rieun yang menarik tasnya untuk segera pergi namun tiba-tiba tasnya
ditarik dari arah yang berlawanan.
“Jungkook! Jangan tarik tasku!” bentak rieun namun
ketika ia menoleh, ia malu sendiri karena ternyata jungkook tidak melakukan
apapun. Tasnya menyangkut pada sebuah paku.
“kau kepedean.” Ejek jungkook dan segera pergi.
Karena malu, rieunpun segera menarik tasnya dari
paku itu dan pergi. Ia mengabaikan para siswi yang saling berbisik-bisik itu.
Saat ia keluar dari kelas, ia langsung bertemu
dengan Hyeah.
“hye, kau sudah keluar?” Tanya rieun.
“tidak jadi kumpul.” Jawab Hyeah.
“yasudah, kita pulang saja.”
Hyeahpun mengangguk dan mereka segera berjalan
menuju gerbang dan menemukan eunji dan eunmi disana.
“kita tunggu dulu gaeun, dia belum keluar.” Ucap
eunmi.
“lama sekali~~” gumam rieun.
“itu dia!” seru eunji sambil menunjuk gaeun.
Gaeunpun berlari kearah mereka.
“eunmi, kau sudah daftar jadi osis kan?” Tanya
gaeun.
“ya, aku sudah mendaftar.” Jawab eunmi.
“bagus,bagus. Rencana kita akan berhasil.”
“sebaiknya kita pulang sekarang.” Ujar eunji.
“ya, ayo.” Balas gaeun dan merekapun berjalan
untuk pulang.
______Baekhyun
& V’s House______
“baekhyun, coba panggil taehyung untuk makan.”
Suruh eommanya.
“ah nanti juga dia kesini.”
“baekkie, cepat panggil dia!”
“iya, iya!”
Baekhyunpun segera naik ke lantai atas dan menuju
kamar V.
“hey! Cepat keluar!” teriak baekhyun namun tidak
ada jawaban, iapun membuka pintunya dan masuk ke dalam kamar V. baekhyun
mencari keberadaan v namun ternyata tidak ada, iapun bermaksud keluar lagi
namun ia tidak sengaja menjatuhkan sebuah buku dari kasur v dan ketika buku itu
terbuka, yang terlihat adalah foto seorang yeoja. Baekhyunpun segera
mengambilnya dan mengamati foto itu. Ia tersenyum karena yeoja ini yang tadi
ada di kelas dance, iapun segera menyimpannya lagi.
“aku akan mendapatkannya untuk persaingan kita,
v.” gumamnya dan segera keluar dari kamar V.
~~TBC~~
