Rabu, 17 Desember 2014

FF : Our School Life (1)

Description: F:\cats.jpg
Our School Life

Tittle : Our School Life (It’s never Dark)
Main Cast   :
*      Exo (Kris, Sehun, Luhan, Baekhyun & Chanyeol)
*      Bts (Suga, V, Jungkook, J-hope & Jin)
Ø  Rae Eun Mi
Ø  Song Hye Ah
Ø  Lee Ga Eun
Ø  Im Ri Eun
Ø  Choi Eun Ji
Support Cast :
Ø  Lee Ji Hyun (Qri)
Ø  Kang Jiyoung
Ø  Red Velvet
Ø  Other

Suara riuh para murid baru di Seoul of International high school itu sangat memekakan telinga. Entah apa yang mereka bicarakan, padahal hari ini baru hari penerimaan murid disana dan sekaligus perayaannya.
Seorang yeoja sedang melihat-lihat keadaan sekitarnya, sebenarnya ia bingung mencari tempat berkumpulnya para murid baru itu.
“Permisi, apakah kau tahu dimana tempat berkumpulnya itu?” tanyanya pada seorang yeoja yang lewat didepannya.
“tentu saja, ayo pergi bersama.” Ajaknya dan menarik tangan yeoja yang kebingungan tadi.
“oh ya, namamu siapa? Aku lupa menanyakannya.” Ucap yeoja yang menarik tangannya itu.
“aku Choi Eun Ji, kau sendiri?”
“aku Lee Ga Eun.” Jawabnya dengan senyumannya yang membuat mata sipitnya itu nyaris tidak terlihat.
“senang bertemu denganmu.” Ucap eunji sedikit menunduk memberi salam.
“ya, aku juga senang bertemu denganmu. Semoga kita sekelas ya?”
“ya, semoga saja.”
Merekapun berjalan menuju tempat duduk yang tersedia disana.
“kami ikut duduk ya..” ucap gaeun pada 2 yeoja yang sedang mengobrol.
“silahkan saja.” jawab yeoja yang duduk disamping gaeun.
“Eh, kau Eunmi?” Tanya gaeun.
Yeoja itupun langsung menoleh dan matanya langsung berbinar, seperti bertemu dengan sahabat lama.
“kau gaeun?” tanyanya, gaeun mengangguk dengan semangat.
Eunmipun langsung memeluknya erat, begitu juga dengan gaeun.
“aku tidak menyangka kita satu sekolah lagi!” seru eunmi setelah melepaskan pelukannya.
“hmmm ya! Oh ya, perkenalkan ini temanku namanya Choi Eunji.” Ujar gaeun.
“oh, haiii… namaku Rae Eun Mi, dan ini Song Hye Ah.” Tutur eunmi.
“hai.. ya, senang bertemu kalian.” Balas eunji.
“semoga kita bisa satu kelas ya!” seru hyeah.
Semuanyapun mengangguk semangat.
Sementara menunggu penyambutan, mereka asik mengobrol hingga suasana mendadak hening saat seorang siswi naik keatas panggung.
“selamat pagi semuanya… pagi yang menyenangkan bukan untuk adik-adik kelasku?...................” yeoja itu berbicara panjang lebar namun tidak digubris oleh mereka ber-4. Pada pandangan pertamapun mereka langsung tidak menyukai yeoja itu yang pastinya adalah kakak kelasnya.
“siapa mereka?” gumam eunji saat melihat 5 namja yang seperti tiang listrik itu berjalan menaiki panggung. Tidak semua tinggi sih, ada yang biasa-biasa saja.
“AAAAA…………….” Histeris para siswi setelah melihat ke-5 namja itu. Lagi-lagi kecuali mereka ber-4, mereka hanya cengo.
“jual tampang doang.” Gumam Gaeun dan langsung memulai pembicaraan mereka lagi dan mengabaikan para namja yang sedang berbicara di atas sana.
Saat para siswi histeris melihat satu persatu dari mereka memperkenalkan diri, mereka ber-4 malah sibuk tertawa, menceritakan hal-hal lucu yang pernah terjadi disekolah mereka dulu. Hingga mereka tidak menyadari jika dari tadi seorang namja yang paling tinggi itu menatap tajam pada mereka.
“Hey kalian yang disana!” serunya sambil menunjuk kearah mereka.
Menyadari jika semua orang menatap mereka, merekapun menoleh dan melihat wajah menyeramkan dari mereka semua.
“kau berbicara pada kami?” Tanya gaeun.
“tentu saja.”
“apa?” Tanya Hyeah.
“apa kalian tidak punya sopan santun? Hargai jika orang sedang berbicara!” serunya.
“memangnya kau mau dihargai berapa hah?” Tanya gaeun menantang, ia sama sekali tidak takut.
“kau berani hah?” bentak kris.
“menurutmu?” Tanya gaeun dan segera mengambil tasnya kemudian pergi.
“menyebalkan saja.” decak Hyeah, melirik namja itu sekilas dan segera pergi juga, eunmipun segera pergi mengikuti mereka berdua. Yang tersisa disana hanyalah eunji, eunji segera berdiri dan membungkuk kearah namja itu.
“maafkan kami Sunbaenim..” ucapnya dan sekali lagi membungkuk.
Seorang namja yang memiliki tinggi tidak jauh beda darinya langsung menepuk bahu namja yang tengah dilanda emosi itu.
“sabar kris.” Bisiknya dan segera mengambil alih Micnya. Yang dipanggil kris itupun segera menghampiri teman-temannya dibelakang dan segera duduk disebelah sehun.
“dia masih memiliki kesopanan.” Ucap sehun pada kris setelah melihat ada satu yeoja dari mereka yang minta maaf namun….
“hanya saja bodoh.” Sambungnya setelah melihat eunji pergi menyusul ketiga temannya. Entahlah, eunji tidak tahu jika diharuskan mendengarkan sambutan dari mereka. Jika ia tahu, maka ia akan tetap duduk disana.
Saat gaeun berjalan kearah gerbang, ia melihat seorang yeoja yang sedang berusaha masuk namun gerbang itu terkunci. Karena ia sama kudetnya dengan Eunji, maka ia berjalan kesana dan membuka gerbangnya.
“Terimakasih!” seru yeoja itu.
“ya, kenapa kau baru datang?” Tanya gaeun.
“karena aku kesiangan hehe..” jawabnya.
“oh..”
Gaeun bermaksud pergi namun yeoja itu mengikutinya.
“hey tunggu dulu, aku ikut denganmu.” Serunya.
“boleh, tapi namamu siapa?”
“aku Im Ri Eun, kau?”
“oh, aku Lee Ga Eun. Ayo, disana ada teman-temanku.”
Gaeun dan Rieunpun langsung pergi, mereka lupa tidak mengkunci lagi gerbangnya.
“hey kalian, ini teman baru kita. Namanya Im Rieun.” Ujar gaeun pada eunji, hyeah, dan eunmi. Mereka bertiga langsung tersenyum dan mengulurkan tangan mereka pada gaeun untuk berkenalan.
Dilain tempat, 4 orang namja dengan pakaian yang tidak rapi baru sampai disekolah dan nasib baik bagi mereka karena gerbang tidak dikunci. Merekapin masuk dan mencari dimana tempat berkumpulnya murid yang lain.
“jin pasti sudah berada disana.” Ucap namjaa yang bername-tag J-hope.
“ya, dia tega sekali dengan kita.” Balas namja yang wajahnya berbentuk V.
“Benar sekali v! eh, bukannya kau memiliki hyung yang bersekolah disini? Kenapa kau tidak bersama dia? Akan lebih mudah masuk lhoo…” celetuk namja yang kulitnya seputih gula itu.
“aku tidak inngin membicarakan itu, suga!” bentak namja yang dipanggil V itu.
“sepertinya kalian masih bermusuhan yaaaa…” goda namja satunya lagi yang bernama Jungkook.
“ah kalian itu berisik sekali!” bentak v sekali lagi.
Mereka bertiga hanya menertawakan v, setelah itu suasana kembali aman dan mereka kembali menelusuri sekolah itu namun tiba-tiba……
“hey kalian!” seru seseorang yang membuat mereka menoleh.
“apa?” Tanya v.
“sudah tau salah masih bertanya! Ayo cepat ikut aku!” serunya dan menyeret anak-anak itu.
“heh! Aku bisa berjalan sendiri!” bentak v dan menghempaskan tangan namja yang menyeretnya itu kemudian berjalan mendahuluinya.
“Chanyeol!” panggil seseorang dan membuat namja itu menoleh.
“Oh baekhyun, anak-anak ini kesiangan.” Ujar chanyeol.
Mendengar nama chanyeol, vpun segera menoleh dan tatapan tajamlah yang ia dapat dari baekhyun.
“hari pertama sudah kesiangan, memalukan!” sindir baekhyun dan ia sedikit menabrak bahu v ketika melewatinya.
“ayo ikut aku.” Ujar baekhyun.
Sedangkan itu, ditempat lain Kris dan Krystal sedang berjalan kearah gaeun, eunmi, rieun, hyeah dan eunji.
“kalian tidak ikut penyambutan jadi ikut kami.” Ucap Krystal.
“cepat.” Tambah Kris dan berlalu.
Mereka saling bertukar pandang kemudian bangkit dan mengikuti Kris dan Krystal. Ternyata mereka semua menuju ruang kepala sekolah. Saat pintu terbuka, disana terlihat 4 namja dengan pakaian tidak sepatutnya. Gaeun berdesis pelan melihat mereka, apalagi ada yang tersenyum melihat mereka dating, itu membuatnya tambah kesal.
“Anyeong~” sapa eunji dan membungkuk kearah mereka.
“apa yang kau lakukan?” bentak gaeun.
“apa? Aku hanya memberi salam.”
“ish kau ini!”
“hahaha dia mencoba jaga image!” celetuk V pada gaeun.
“apa kau?” bentak gaeun.
V hanya mengangkat bahu tanda tak tahu, ia malas bertengkar sekarang.
“hari ini kalian masih dimaafkan, jadi kalian hanya ditugaskan untuk membersihkan ruangan-ruangan.” Ucap Kris.
Jungkook langsung mengangkat tangannya.
“tapi kami tidak tahu letak ruangannya.” Ucappnya.
“karena itu aku akan menugaskan teman-temanku untuk membimbing kalian.”
Dalam hati jungkook telah menggerutu, tadinya ia mencari cara agar tidak disuruh membersihkan ruangan.
“ayo cepat saja bicaranya!” suruh gaeun.
“kau harus belajar santun.” Tunjuk kris pada gaeun, gaeun hanya balik menatapnya.
“Ok, Gaeun, Suga dibimbing oleh Chanyeol menuju ruang 1.” Ucap Kris.
“Eunmi dan Jungkook dibimbing olehku menuju ruang 2, Rieun, V dibimbing oleh Baekhyun menuju ru__” belum selesai kris berbicara langsung mendapat penolakan dari baekhyun.
“No, No!” tolak baekhyun.
“kenapa?” Tanya kris, baekhyun berdecak pelan, kris pura-pura bodoh.
“aku ingin diruang selanjutnya, jadi kau serahkan saja itu pada luhan.”
“baiklah, Rieun dan V dibimbing luhan menuju ruang 3, kemudian Hyeah dan J-hope dibimbing baekhyun menuju ruang 4, dan sisanya… (Kris melihat kesamping luhan) Sehun kau tidak keberatan?” tanyanya memastikan, sehun hanya mengangkat sebelah alisnya.
“selama itu kewajibanku.” Jawabnya enteng, dan jawabannya itu telah membuat gaeun dan eunji jatuh keperangkatnya.
“ok’ berarti eunji dan sehun menuju ruang 5.” Sambung kris lagi.
Gaeun segera melirik eunji yang berada diujung sana, ‘aku akan mengalahkanmu’ batinnya ketika melihat eunji tersenyum pada sehun.
“segera lakukan tugas kalian, sekarang.” Ucap kris dan ia segera pergi diikuti yang lainnya.
__Di Ruang 1__
Gaeun maupun suga hanya berdiam diri, sama sekali tidak ada niat untuk membereskan ruangan itu.
“ayo bereskan.” Suruh chanyeol.
“tidak mau.” Tolak suga.
“oh jadi kau ingin hukuman yang lebih berat?” Tanya chanyeol dan ia segera meraih hpnya.
‘Pukk..’ gaeun memukul punggung suga dan ia segera menghampiri chanyeol.
“tidak kok sunbaenim, kami akan membereskannya.” Ucap gaeun, seketika chanyeol bingung. ‘kapan anak ini berubah?’ batinnya. Namun ia tidak ingin memikirkannya, itu akan membuatnya semakin pusing.
“kalau begitu cepat bereskan.” Suruh chanyeol.
Gaeun segera menarik tangan suga dengan kasar dan ia mengambil sapu kemudian memberikannya pada suga.
“kau yang menyapu, aku akan membereskan meja-mejanya.” Ucap gaeun.
“enak saja! kau yang menyapu!”
Suga melemparkan sapunya pada gaeun, gaeun hanya sedikit menggeram.
“ok, aku yang menyapu!” teriak gaeun.
“baguslah.” Balas suga.
“timku akan mengalahkan timmu!” tekan gaeun.
“silahkan saja jika bisa, aku tidak akan menyerah begitu saja.”
“aku juga begitu.”
“hey kalian! Cepat bereskannya, jangan bicara terus!” suruh chanyeol.
Mereka berduapun segera membereskan ruangan itu dengan suasana yang sangat dingin, tidak ada pembicaraan sama sekali, mereka perang dingin.
__Ruang 2__
Jungkook memunguti sampah-sampah itu dengan tampang yang jijik. Kris yang melihatnyapun kesal.
“hey! Kerjakan dengan benar!” bentaknya.
“tapi ini sangat menjijikan!” teriak jungkook.
Kris segera menghampiri jungkook dan menarik kerah bajunya.
“sekali lagi kau berteriak padaku, rasakan saja akibatnya.” Ancam kris dan melepaskannya kemudian dia pergi keluar. Eunmi hanya bergidik ngeri melihatnya, dalam hatinya ia berjanji tidak akan pernah membuat kris marah karena ia tidak mau nasibnya sama seperti jungkook.
“sialan!” gumam jungkook dan ia segera membuang sampah itu.
__Ruang 3__
Luhan yang membimbingnya tidak banyak bicara, karena memang begitulah karakternya.
“bersihkan itu.” Suruhnya dan menunjuk kedalam ruangan.
V juga sedang tidak ingin banyak bicara setelah melihat tingkah baekhyun tadi, tapi diotaknya tetap terbesit pikiran jahil.
“sunbaenim cantik sekali..” celetuk v pada luhan.
“apa kau bilang?” Tanya luhan disertai tatapan tajamnya.
“sunbae sangat cantik!”
Rieun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, sudah tahu luhan marah, v masih saja menjawabnya.
“sekali lagi kau mengatakannya, mulutmu akan robek.” Ancam luhan.
“bagaimana ca__”
‘Bugh…’ luhan memukul perut v sehingga v berhenti berbicara dan meringis kesakitan.
“jangan banyak bicara! Cepat bereskan.” Suruh luhan dan segera pergi.
__Ruang 4__
Disini suasana tenang-tenang saja. J-hope dan hyeah membersihkan semuanya dengan tenang namun tiba-tiba…
‘Praakk…’ sebuah gelas pecah dan jatuhnya tepat ke kaki hyeah, hyeah langsung memegangi kakinya.
“eh, kau baik-baik saja?” Tanya J-hope dan menghampiri Hyeah, hyeah hanya mengangguk namun keluar darah dari pergelangan kakinya, darahnya sangat banyak.
“diamlah.” Ucap J-hope dan menggendong hyeah.
“apa yang kau lakukan?” Tanya hyeah.
“kita ke Uks.” Jawab J-hope dan berjalan keluar.
“kalian mau kemana?” Tanya baekhyun.
“kakinya terluka sunbaenim.” Jawab J-hope.
“cepat bawa dia ke Uks.” Suruh baekhyun, j-hope hanya mengangguk.
__Ruang 5__
“ruangannya sudah bersih, sepertinya kris lupa jika ruangan ini sudah bersih.” Ujar sehun.
“jadi kau juga sudah tahu jika ruangan ini sudah bersih? Pantas saja (Eunji mengetahui alasan sehun berkata bijak seperti tadi).”
“kenapa tidak memanggilku sunbae? Tadi kau memanggil semua sunbae.”
“oh, hehe aku lupa.”
“mungkin karena wajahku terlihat muda ya.”
‘narsis.’ Batin eunji, ia melihat pada sehun yang berada disampingnya dan sehunpun menoleh.
“o…” eunji segera memalingkan wajahnya. Sehun hanya menahan tawanya melihat reaksi eunji itu.
Akhirnya merekapun hanya duduk di meja dan sibuk dengan kegiatan masing-masing.
“kita hanya akan diam seperti ini?” Tanya eunji.
“sampai kris memanggil.” Jawab sehun dan segera memainkan handphonenya lagi.
__Skip Time__
Saat selesai membereskan ruangan itu, mereka semua langsung keluar dari kelas masing – masing. Gaeun segera mencari teman-temannya yang lain, ia bermaksud untuk mengajak mereka makan namun terdengar pengumuman.
“Bagi para siswa siswi baru silahkan untuk berkmpul di lapang sekolah.” Ucap seseorang dari speaker.
“apa lagi ini?” gerutu gaeun dan ia segera pergi kelapangan disusul teman-temannya yang baru keluar.
“sekarang waktunya untuk mendaftarkan nama kalian ke sebuah bidang yang kalian minat, sebelum itu, disekolah ini ada 4 eskul yang sangat diminati, yaitu klub dance, lukis, basket, dan terakhir Cheerleader. Untuk ketua dari masing-masing grup ada Oh Sehun dari kelas 11-2, Wu Yifan dari kelas 11-1, dan Jung Su Jung dari kelas 11-1. Sehun memimpin klub dance, Yifan memimpin klub lukis serta basket, dan Sujung memimpin klub cheerleader. Sekarang kita serahkan pada Oh sehun untuk berbicara.” Ujar seorang yeoja yang bernama Irene mempersilahkan sehun.
“Anyeong~~ ya, namaku Oh sehun dari kelas 11-2, aku disini tidak akan banyak bicara, kepada kalian yang berminat di bidang dance, silahkan daftarkan diri kalian didepan kelas 10-1. Itu saja yang ingin kusampaikan.” Ucap sehun singkat namun mendapat kehisterisan dari para siswi, ya kecuali mereka ber-5.
“aku akan mendaftar.” Ucap gaeun dan segera pergi.
“semoga berhasil!” teriak mereka ber-4 menyemangati gaeun.
“selanjutnya, kita beri tepuk tangan untuk Yifan! Silahkan..” ucap Irene lagi.
“selamat pagi semua, ya seperti apa kata sehun, yang ingin mendaftar di bidang lukis dan basket silahkan menuju depan kelas 10-1, disana sudah ada panitia yang menunggu.” Ujar kris singkat dan segera pergi.
“hey, aku sudah daftar!” seru gaeun.
“wah, semoga kau diterima.” Ucap eunji.
“tentu saja!” balas gaeun.
“yang terakhir kita beri tepuk tangan untuk Sujung… silahkan sujung..” ucap Irene.
“anyeong para hobaeku yang cantik dan tampan… ya, aku Jung Sujung dari kelas 11-1, kalian bisa memanggilku Krystal-sunbaenim…” ucapnya.
“jauh sekali haha..” tawa mereka ber-5 namun untung tidak terdengar krystal.
“kalian tahu Cheerleader kan? Tentu saja bukan? Siapa yang berminat bisa  mendaftarkan dirinya di depan kelas 10-2. Semoga kalian berminat ya..” ucap krystal panjang lebar.
“kita daftar yuk..?” ajak gaeun.
“aku tidak bisa.” Ucap eunji.
“kenapa? Dengan kita daftar, kita bisa mengalahkan krystal itu!”
“aku tidak bisa saja. jika aku berminat nanti aku ikut, hanya saja sekarang tidak, tapi kalian jangan khawatir, aku mensupport kalian kok..” jelas eunji.
“baiklah, kami akan mendaftar. Tapi kau juga harus mengikuti suatu kegiatan, eunji.” Suruh Hyeah.
Eunji hanya mengangguk, dan merekapun pergi. Ia melirik sekitarnya, dan….
“baiklah..” gumamnya dan segera menuju pendaftaran klub lukis.
Disibukkan dengan eskul masing-masing, akhirnya merekapun berkumpul kembali di kantin sekolah.
“aku masuk 10-1.” Ucap gaeun.
“aku juga.” Balas eunmi.          
“aku 10-2.” Ujar eunji.
“kita sekelas.” Sahut Hyeah.
“yaahhhh.. aku 10-3!” gerutu rieun.
“tidak apa, kelas kita berdekatan.” Ucap eunji.
Saat Gaeun akan meminum jusnya, tiba-tiba ada yang menyenggol sikunya, menyebabkan jus itu tumpah ke roknya.
“Ya!” bentaknya dan segera berdiri.
“oh maaf, aku tidak sengaja.” Ujar orang yang menyenggolnya itu, Gaeun sedikit menggeram, menyebalkan sekali namja ini’ batinnya.
“maaf saja tidak cukup!” bentak gaeun, sebenarnya jika orang lain, ia tidak akan marah-marah seperti ini, hanya saja karena yang menyenggolnya suga, namja yang tadi berdebat dengannya, maka emosinya naik lagi.
“lalu aku harus apa? Membersihkan rokmu? Hahaha enak saja!” ujarnya dan segera pergi.
Gaeun meremas tissue yang dipegangnya, menyadari itu, rieunpun menepuk bahunya.
“kita akan membalasnya.” Ucap Rieun.
Gaeun hanya mengangguk-angguk dan duduk kembali.
Saat pesanan mereka dating, datanglah juga 4 namja yang terkesan berandalan kesana.
“hey aku disini!” teriak suga memanggil ke-4 temannya itu.
“Waaaa… Keren!!” histeris para yeoja disana.
“siapa mereka?” Tanya eunmi.
“entahlah, hanya sekumpulan orang sombong.” Jawab eunji disertai tawanya.
Salah seorang dari ke-4 namja itu menoleh kearah meja mereka dan tersenyum, namun mereka tidak menyadarinya hanya Hyeah saja yang menyadarinya karena dia memang tahu siapa namja itu, beberapa jam yang lalu juga hubungan mereka sudah membaik. Hyeah jadi tersenyum sendiri memikirkannya.
__Flashback on
J-hope mengambil kotak P3K dan duduk dihadapan hyeah. Ia segera mengobati luka itu dan membalutnya dengan perban.
“Terimakasih.” Ucap hyeah.
“ya, lain kali hati-hati.”
Hyeah hanya mengangguk-angguk sementara itu J-hope langsung menyimpan kotaknya lagi ketempat semula.
“Ayo kembali kesana.” Ajak J-hope.
“emm… tunggu dulu.” Cegah hyeah.
J-hopepun menoleh dan diam.
“apa kau Jung Ho Seok?” Tanya hyeah.
J-hope hanya tertegun mendengarnya, yang mengetahui nama aslinya itu hanyalah teman-teman dekatnya dan seorang yeoja kecilnya dulu, jangan-jangan….
“apa kau…?” pertanyaan J-hope terpotong karena hyeah langsung mengangguk, ia kemudian berlari kearah Hope dan memeluknya erat.
“aku merindukanmu.” Ucap Hyeah.
“maaf.”
“kau tidak akan pergi lagi, kan?”
“tidak.”
“terimakasih.”
Hyeahpun melepas pelukannya dan tersenyum kearah J-hope, karena gemas, hopepun mencubit kedua pipinya.
“appo…” ringis hyeah.
“hahaha, ayo kita kembali kesana.” Ujar J-hope lalu menarik tangan hyeah dan menggenggamnya. Merekapun kembali keruangan tadi.
__Flashback off
Ke-4 namja itupun menghampiri suga dan duduk dimasing-masing kursi disana. V terlihat memainkan handphonenya, tanpa yang lain sadari, ia sedang men-zoom wajah gaeun lewat kameranya dan memotretnya.
“kita diterima di klub basket.” Ucap jin.
“sudah pasti.” Sahut suga.
“tapi tidak akan bergabung dengan sunbae kita, kita akan seperti ini juga ketika perlombaan basket antar klub.” Jelas jin.
“tenang saja, kita punya Suga.” Ujar Jungkook.
“tapi mereka punya Kris dan Luhan.” Sanggah Jin.
“da nada baekhyun juga hahahaha…” tambah J-hope.
“berhentilah membicarakan orang itu!” bentak V.
“meskipun begitu, diakan hyungmu V.” ujar J-hope.
“kata siapa? Memangnya dia mirip denganku? Wajahnya saja dia panjang, dan kau lihat saja dagunya, jauh sekali denganku!” ucap V membela diri.
“tapi tetap mirip.” Goda J-hope.
“sekali lagi kau berbicara seperti itu… (menunjuk J-hope)”
“apa?” Tanya J-hope.
“aku akan menciummu.” Jawab V dan disambut tawa oleh mereka ber-4.
‘Hwwaaaaa!!!!! Lihat EXO! Mereka tampan sekali!!’ teriak para yeoja ketika Kris, luhan, sehun, baekhyun dan chanyeol masuk kesana. Mereka tampak menulikan telinga, namun itulah kelebihan mereka, bersikap cool dimanapun dan kapanpun.
“apalagi exo?” Tanya Rieun.
“entahlah, sepertinya disini banyak sekali group seperti itu.” Jawab eunmi acuh tak acuh.
“dan kita akan menjadi salah satunya.” Ucap gaeun.
“apa maksudmu?” Tanya Eunmi.
“ya, kita harus mengalahkan kepopuleran mereka.”
“caranya?” kini giliran Eunji yang bertanya.
“kita akan selalu menang dalam hal apapun, termasuk Cheerleader. Kita harus bisa masuk ke tim Exo.” Jelas gaeun.
“kenapa?” Tanya eunji lagi.
“kau lihat kan kepopuleran mereka? Jika kita masuk, kita juga akan ikut popular dan mengalahkan tim yang setingkat dengan kita.”
“benar, ide bagus!” puji hyeah dan mengacungkan jempolnya pada gaeun.
“Baek, dia mirip denganmu.” Bisik sehun ketika melewati meja BTS, namun itu masih bisa didengar oleh Baekhyun maupun V. Maklumlah, v sangat sensitive jika mendengar nama Baekhyun, ingin sekali dia membunuhnya.
“mirip darimana, wajahnya saja jelek seperti itu.” Balas baekhyun dan sehunpun hanya tertawa mendengarnya.
Akhirnya merekapun duduk di meja yang terletak di pojok namun mereka sibuk dengan  kegiatannya masing-masing, yaitu memilih-milih anggota yang akan dipilih untuk masuk ke klub eskul mereka. Malklumlah mereka semua ketua di semua klub eskul, jadi beginilah keadaannya.
“aku selesai.” Ucap sehun dan merentangkan tangannya.
“cepat sekali.” Ucap baekhyun.
“mereka semua sepertinya hebat, jadi aku menerima semua yang daftar.”
‘Pukk..’ Kris memukul tengkuk sehun.
“aduh..” ringis sehun sambil mengusap-usap tengkuknya yang dipukul kris.
“periksa dengan benar, dasar pemalas.” Ejeknya.
“iya memang aku lagi malas.” Balas sehun.
“sehun kau harus memeriksanya dengan benar, nanti jika masuk semua, kau yang repot.” Kata luhan mengingatkan.
“iya, sehun ini pemalas sekali!” sambung chanyeol.
“heh apa kau dobbi ikut-ikutan segala? Aku melarangmu bicara.”
“memang kau siapa hah? Yang punya mulut aku sendiri.”
“tapi aku juga punya telinga yang mendengar dan mulut yang ingin bicara.”
“ya, sama aku juga seperti itu!”
“hey kalian, hentikan.” Suruh kris, dengan seketika merekapun berhenti dan segera perang dingin.
“baek, adikmu daftar jadi pemain basket.” Ucap Kris.
“terima saja, aku ingin melihat seberapa payahnya dia.”
“hahaha, ok’ ok’”
Sementara itu, Krystal sedang memeriksa formulir-formulir yang mendaftar menjadi Cheerleader, iapun memilihnya dengan cermat dan dengan cepat ia bisa menyelesaikannya.
“beritahu mereka jika nama yang terpilih sudah ku pasang di madding sekolah.” Suruhnya pada Seol-Ri. Iapun segera pergi untuk menempelkannya di madding. Seketikapun madding terpenuhi oleh para yeoja yang ingin melihatnya.
“Yes!! Kita berhasil!” teriak gaeun dan langsung memeluk ke-4 temannya.
“lalu dimana exonya?” Tanya eunji.
“kita berpencar dan cari mereka.” Jawab gaeun dan mereka melakukan high-five sebelum pergi.
Gaeun berjalan menelusuri koridor dan bukannya bertemu exo, dia malah bertemu bts. Nasib sialnya memang hari ini.
“lihat dia, pasti sedang mencari klub basket.” Seru suga.
“kau masuk saja ke klub kami.” Saran V.
“dengan sangat berat hati kukatakan Terimakasih.” Tekan gaeun dan segera pergi meninggalkan namja-namja stress menurutnya itu.
Rieun diperjalanan bertemu dengan chanyeol, maka ia segera menghentikannya.
“Ya! Tunggu!” teriaknya, memang tidak ada kesopanan sama sekali.
“ada apa?” Tanya chanyeol.
“kau exo kan?”
“berapa usiamu?”
“oh, maaf. Oppa exo kan?”
“ya, memangnya kenapa?”
“begini, kami diterima di klub cheerleader, apa kami bisa begabung dengan tim oppa?”
“aku kurang tahu masalah itu, kau bisa menanyakannya pada Kris. Aku pergi dulu.”
Rieun hanya mendesis ketika chanyeol pergi, sudah repot-repot ia memanggilnya oppa, dasar!
Hyeah dan eunmi malah lebih parah, mereka tidak bertemu siapapun kecuali orang-orang yang tidak penting menurut mereka seperti siswa-siswi dan guru-guru (murid durhaka), karena memang yang mereka cari hanyalah exo.
Sedangkan itu, eunji berjalan menuju lapang basket dan ia melihat sehun sedang memainkan bola basketnya itu. Iapun segera berjalan kearah sana, karena disitu ada sehun, berarti disitu juga exo berada.
“Anyeonghaseyo sunbaenim..” sapanya sambil sedikit membungkuk.
“anyeong..” balas Kris.
“heh, kau mau apa?” Tanya sehun.
‘menyebalkan sekali!’ batin eunji.
“ada perlu apa?” Tanya Kris.
“begini sunbaenim, teman-temanku diterima di tim cheerleader, apa mereka bisa masuk ke tim sunbae?” Tanya eunji.
“aku akan menerimanya jika kau ikut di tim itu.” Celetuk sehun.
Eunji hanya meliriknya sekilas, ternyata selain tampan, sehun juga menyebalkan.
“ohh.. besok kau berikan saja formulir mereka padaku.” Ucap Kris.
“baiklah, terimakasih sunbae.” Ucap eunji dan membungkuk.
Kris hanya mengangguk dan pergi.
“kau mau ke kelas kan?” Tanya sehun.
Eunji hanya mengangguk, walaupun tujuannya belum jelas.
“cepat pergi sana, kau mengganggu pemandanganku.”
“memang aku mau pergi!”
Eunjipun segera pergi sedangkan sehun hanya tertawa melihatnya.
“aku ke kelas duluan ya.” Ucap sehun dan segera berlari.
‘Tapp…’ tangannya merangkul bahu eunji, reflex eunji mendorongnya.
“Ya!!” bentaknya dan sehun hanya terkekeh.
“kenapa galak sih?” tanyanya.
“karena kau tidak sopan!”
“mau sopan bagaimana? Kau juga barusan tidak sopan padaku.”
“itu karena__” umpatan eunji terpotong karena ia menyadari perkataannya tadi.
“Ish! Sudahlah.” Ucapnya dan pergi namun sehun mengikutinya seperti dia pengawal eunji.
“kenapa mengikutiku?” Tanya eunji, setengah membentak. Bisa-bisa rahasia grupnya ingin bergabung dengan exo terbongkar karena sehun yang terus mengikutinya.
“aku juga ingin ke kelas.”
“ke kelas? Tapi lihatlah, ini itu arah ke toilet perempuan. Apa kau perempuan?”
“ohh… (menggaruk tengkuknya) aku salah arah.” Ucapnya malu dan pergi.
Eunji hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Wajahnya sih cool, tapi dia cukup bego.
“eunji!” panggil Eunmi.
“oh, eunmi. Mana yang lain?” Tanya eunji.
“mereka ke klub masing-masing. Kau tidak kumpul ke eskul lukismu?”
“kurasa tidak ada jadwal untuk kumpul.”
“baiklah, lebih baik kita tunggu mereka saja di gerbang.”
“ya.”
Merekapun berjalan menuju gerbang sekolah.
Sementara itu, gaeun dan j-hope masuk ke kelas dance itu. Sudah lama mereka menunggu kedatangan ketua itu namun belum dating juga sampai 30 menit, hingga…
‘Brakkk..’ suara pintu terbuka dengan keras dan memunculkanlah sosok sehun dengan tampangnya yang tidak menampilkan ekspresi apapun. Dia berjalan kearah mereka dan berdiri didepan mereka semua.
“ini berapa orang?” Tanya sehun.
“23.” Jawab seseorang yang memegang sebuah kertas.
“oh, jadi yang diterima di klub ini adalah kalian semua yang sudah berkumpul hari ini.” Ujar sehun dan disambut dengan sorakkan para siswa-siswi yang masuk di kelas itu.
”untuk hari ini kita latihan sebentar dulu. Hanya 30 menit.” Ujarnya lagi dan mengambil kertas yang merupakan daftar pengikut kelas dance ini. Gaeun hanya duduk di kursi dan menopang dagunya dengan kedua tangannya sambil memandangi wajah sehun hingga ada sebuah buku yang mengenai kepalanya dan ketika ia menoleh, suga terkekeh padanya. Sial! Umpat gaeun, ternyata suga juga mengikuti kelas ini. Tiba-tiba saja dia menjadi un-mood karena kehadiran suga.
Rieun segera duduk di sebuah kursi yang masih kosong di kelas baekhyun yang merupakan kelas tarik suara itu. Awalnya dia senang-senang saja, namun saat menoleh kesamping, tampaklah wajah yang tidak ingin ia lihat, ya! Itu Jeon Jeongguk, musuh bebuyutannya dari sekolah dasar. Tepatnya setelah jungkook pindah dari busan ke seoul dan saat itu juga ia menjadi tetangga rieun, namun rieun tidak pernah menganggapnya tetangga. Ia sangat tidak menyukai dengan kedatangan jungkook itu karena jungkook merupakan lawan terbesarnya karena ia dapat mengalahkan rieun di kelas dan mengambil gelar rieun ketika SMP dulu. Rieun berjanji dalam hati jika itu tidak akan terjadi lagi. Ia terus menatap jungkook disampingnya dan jungkookpun menoleh.
“kau tidak usah terpesona seperti itu.” Ejeknya pada rieun.
“terpesona? Sepertinya aku ingin muntah mendengarnya!”
“jangan muntah disini.” Ucap jungkook.
“aku bisa menahannya jika aku tidak melihat wajahmu.”
“maka jangan melihat wajahku.”
Rieun mendesis pelan dan menolehkan wajahnya ke depan.
“hari ini kita tidak latihan dulu, kalian dipersilahkan pulang. Untuk hari-hari selanjutnya tidak boleh datang terlambat kesini.” Ujar baekhyun dan dibalas dengan anggukan mereka semua.
Setelah memberi salam, baekhyunpun pergi disusul dengan rieun yang menarik tasnya untuk segera pergi namun tiba-tiba tasnya ditarik dari arah yang berlawanan.
“Jungkook! Jangan tarik tasku!” bentak rieun namun ketika ia menoleh, ia malu sendiri karena ternyata jungkook tidak melakukan apapun. Tasnya menyangkut pada sebuah paku.
“kau kepedean.” Ejek jungkook dan segera pergi.
Karena malu, rieunpun segera menarik tasnya dari paku itu dan pergi. Ia mengabaikan para siswi yang saling berbisik-bisik itu.
Saat ia keluar dari kelas, ia langsung bertemu dengan Hyeah.
“hye, kau sudah keluar?” Tanya rieun.
“tidak jadi kumpul.” Jawab Hyeah.
“yasudah, kita pulang saja.”
Hyeahpun mengangguk dan mereka segera berjalan menuju gerbang dan menemukan eunji dan eunmi disana.
“kita tunggu dulu gaeun, dia belum keluar.” Ucap eunmi.
“lama sekali~~” gumam rieun.
“itu dia!” seru eunji sambil menunjuk gaeun.
Gaeunpun berlari kearah mereka.
“eunmi, kau sudah daftar jadi osis kan?” Tanya gaeun.
“ya, aku sudah mendaftar.” Jawab eunmi.
“bagus,bagus. Rencana kita akan berhasil.”
“sebaiknya kita pulang sekarang.” Ujar eunji.
“ya, ayo.” Balas gaeun dan merekapun berjalan untuk pulang.
______Baekhyun & V’s House______
“baekhyun, coba panggil taehyung untuk makan.” Suruh eommanya.
“ah nanti juga dia kesini.”
“baekkie, cepat panggil dia!”
“iya, iya!”
Baekhyunpun segera naik ke lantai atas dan menuju kamar V.
“hey! Cepat keluar!” teriak baekhyun namun tidak ada jawaban, iapun membuka pintunya dan masuk ke dalam kamar V. baekhyun mencari keberadaan v namun ternyata tidak ada, iapun bermaksud keluar lagi namun ia tidak sengaja menjatuhkan sebuah buku dari kasur v dan ketika buku itu terbuka, yang terlihat adalah foto seorang yeoja. Baekhyunpun segera mengambilnya dan mengamati foto itu. Ia tersenyum karena yeoja ini yang tadi ada di kelas dance, iapun segera menyimpannya lagi.
“aku akan mendapatkannya untuk persaingan kita, v.” gumamnya dan segera keluar dari kamar V.
~~TBC~~