“aku akan mendapatkannya
untuk persaingan kita, v.” gumamnya dan segera keluar dari kamar V.
~~TBC~~
Our School Life (2)
Tittle : Our
School Life (It’s never Dark)
Main
Cast :
Ø
Rae
Eun Mi
Ø
Song
Hye Ah
Ø
Lee
Ga Eun
Ø
Im
Ri Eun
Ø
Choi
Eun Ji
Support
Cast :
Ø
Lee
Ji Hyun (Qri)
Ø
Kang
Jiyoung
Ø
Red
Velvet
Ø
Other
Keesokkan harinya sekolah masih belum mengadakan
kegiatan KBM seperti biasa, hanya kelas tambahan saja yang mereka lakukan.
Sehunpun sudah standby disana. Tiba-tiba baekhyun datang kesana.
“hun, lihat yeoja itu.” Ucap baekhyun pada sehun.
“kenapa? Kau menyukainya?”
“bukan, sama sekali tidak. Aku ingin dia jatuh ke
tanganku.”
“maksudmu?”
“V sangat menyukainya, jadi aku ingin dia jadi
milikku agar v cemburu.”
“lalu apa hubungannya denganku?”
“aishhh! Kau ini tidak peka sekali! Dia itu
menyukaimu, jadi kau harus membuatnya tidak menyukaimu.”
“ohh, caranya?”
“dipermak hun!”
“serius? Tapi aku dilarang melakukan itu.”
“tentu saja bukan! Kau dekati saja yeoja lain yang
akan membuatnya sakit hati.”
“oh, dengan aku memacari yeoja lain?”
“ya.”
Sehun tampak berpikir sebentar dan akhirnya ide
terbesit di pikirannya.
“aku tahu, aku akan mendekati sahabatnya.”
“ide bagus!”
“kapan aku melakukannya?”
“secepat mungkin. Hari ini jika bisa, tapi aku
ragu.”
“kau meragukanku? Akan kubuktikan.”
“hahaha tidak mungkin kau langsung mendapatkan
yeoja hari ini!”
“jika dapat, kau harus membelikanku bubble tea
tiap hari.”
“ok!”
Sehun segera bangkit dari duduknya dan melihat
keluar, ia melihat eunji sedang berjalan dilapangan.
“baek, kau awasi dulu kelasku.” Suruh sehun dan
berlari keluar.
Eunji dan eunmi berjalan menuju ruang ganti
pakaian karena eunji akan mengikuti kelas lukis dan eunmi juga akan mengikuti
kelas yang diketuai kris itu. Tiba-tiba ada yang menarik baju yang dibawa eunji
dan orang itu langsung berlari.
“YAK!!! OH SEHUN!! KEMBALIKAN!” teriak eunji dan
mengejar sehun.
“sini kalau berani.” Balas sehun sambil terus
tertawa.
“SEHUNN! BERHENTI!!”
Sehunpun berhenti dan menoleh
kebelakang.dibelakangnya sudah ada eunji yang sedang menetralkan nafasnya.
“kembalikan.” Suruh eunji.
“ambil kalau bisa.”
Eunji bermaksud mengambilnya namun sehun langsung
mengangkatnya tinggi-tinggi.
“ayolah sehun, kembalikan! 5 menit lagi aku harus
masuk kelas.”
“sudah kubilang ambil saja.”
Sehun semakin mengangkatnya tinggi-tinggi.
“EUNJI! 3 MENIT LAGI!” teriak eunmi dari seberang
sana yang membuat eunji menoleh.
“AKU DULUAN.” Sambungnya dan segera pergi.
“sehun kumohon kembalikan…” pinta eunji dengan
wajah memelasnya.
“ok, tapi ada syaratnya.”
“apa? Cepatlah katakan.”
“kau jadi yeojachinguku.” Bisiknya ditelinga
eunji, eunji langsung membelakakan matanya dan reflex mendorong tubuh sehun.
“TIDAk MAU!” teriaknya didepan wajah sehun.
“oh tidak mau ya, jadi kau ingin kris marah padamu
karena terlambat?”
Eunji diam dan mengingat cerita eunmi tadi, kris
itu sangat galak. Iapun menghembuskan nafasnya. ‘setelah inikan bisa putus.’
Batinnya.
“baiklah aku mau.”
“aku tidak percaya. Setelah ini kau pasti akan
memutuskanku.”
“cepatlah sehun! Aku tidak bohong.”
“kau harus buat aku percaya.”
Eunji memutar bola matanya, “baiklah, kau boleh
memelukku.”
“tidak mau, kau yang harus memelukku.”
“ok’ ok’”
Eunjipun maju selangkah dan memeluk sehun sebentar
kemudian mundur lagi.
“itu saja tidak cukup.” Ucap sehun disertai
seringaiannya, eunji sudah mengerti maksudnya.
“baik, tapi tidak di bibir! Kau mengerti?”
Sehunpun mengangguk dan menunduk untuk mencium
kening eunji.
“YEOL! KAU DAPAT GAMBARNYA?” teriak sehun dan
muncullah chanyeol dengan kameranya.
“Sudah.” Balas chanyeol.
“YA! APA YANG KAU LAKUKAN?!” Bentak eunji.
“aku tidak bodoh, jika kau macam-macam, aku akan
menyebarkan foto itu. Ini bajumu.”
“Ish!”
“cepat pergi sana. Semoga berhasil.” Ucap sehun
dan menepuk kepala eunji kemudian pergi.
Eunjipun berjalan berlawanan arah dengan sehun.
Dia tidak bisa membayangkan bagaimana nasibnya selanjutnya.
“Eunji cepatlah. Aku ke kelas duluan ya.” Ucap
eunmi, eunji hanya mengangguk.
Sementara itu, sehun kembali ke kelasnya dan
menemui baekhyun. Dia memperlihatkan foto itu.
“aku sudah mendapatkannya. Jadi kau harus traktir
aku bubble tea tiap hari.” Ucapnya pada baekhyun, baekhyun hanya menatap sehun
tidak percaya.
“kau harus membuatnya cemburu.” Ucap baekhyun.
“itu tidak susah.” Balas sehun.
“baiklah, aku harus mengatur kelasku. Kerjalah
yang bagus.” Ujar baekhyun dan pergi.
Sehun hanya tersenyum kemudian dia berjalan menuju
arah gaeun yang sedang menari dan tiba-tiba tangan gaeun mengenai lengannya dan
menyebabkan handphone yang dipegangnya jatuh. Sebenarnya sehun sengaja
menjatuhkan handphonenya.
“Maaf sunbaenim…” ucap gaeun sambil membungkuk dan
mengambil handphone sehun.
‘DEG..’ detak jantungnya ketika melihat wallpaper
di handphone sehun, foto sehun yang sedang mencium kening eunji?!
“tidak apa-apa.” Balas sehun sambil menengadahkan
tangannya kearah gaeun, meminta gaeun untuk mengembalikan handphonenya.
“oh, ini.”
Sehunpun mengambilnya dan ia berniat pergi namun
gaeun menahan pergelangan tangannya.
“ada apa?” Tanya sehun.
“apa hubunganmu dengan eunji?” gaeun malah balik
bertanya tanpa menatap sehun.
“dia yeojachinguku, apa ada masalah?”
Gaeun hanya menggelengkan kepalanya dan melepaskan
tangan sehun.
“OK, kita istirahat dulu. Setelah itu aku akan
mengajarkan kalian dance yang baru.” Ujar sehun dan semuanya langsung bertepuk
tangan, kecuali gaeun. Ia tetap mematung ditempatnya.
“kasihan sekali kau ditolak.” Ejek suga ketika
berjalan melewati gaeun.
“aku tidak mempercayainya, kau akan lihat
sendiri.” Balas gaeun dan pergi.
Sementara itu, diruang padus sudah ada rieun dan
jungkook yang bersaing untuk menjadi no.1. Daritadi mereka sudah saling
menatap, bukan tatapan kasih sayang, tapi tatapan saling membunuh.
“siapa yang ingin bernyanyi pertama?” Tanya
baekhyun.
“aku!” ucap jungkook/rieun bersama dan mereka juga
mengangkat tangan bersama.
“oh kalau begitu kalian berkolaborasi saja.” ucap
baekhyun.
“tidak mau!” seru jungkook dan rieun bersama.
“cepat bernyanyi saja. kalian harus menyanyikan
lagu Ryeowook sunbaenim dan beige.”
“hah? Fallin love with friend?” Tanya jungkook dan
dibalas anggukan oleh baekhyun.
‘ini lebih buruk.’ Batin rieun, memang lagu itu
sedang popular akhir-akhir ini dan itu membuat jungkook dan rieun hafal
liriknya.
“baekhyun sunbaenim, jika rieun tidak mau
berkolaborasi dengan jungkook, biar aku saja yang menggantikannya.” Ucap yeoja
yang bername-tag Joy.
Rieun berfikir sebentar, jika tidak maka ia akan
terkalahkan oleh Joy.
“siapa bilang aku tidak mau? Aku siap
berkolaborasi dengannya!” sanggah rieun.
“ayo jungkook ulurkan tanganmu pada rieun.” Suruh
baekhyun.
Dengan malas jungkookpun mengulurkan tangannya,
dengan sigap juga rieun mencengkram jari-jari jungkook yang membuat jungkook
sedikit meringis namun ini tidak disadari baekhyun.
“Mulai.” Ucap baekhyun dan menyalakan
instrumennya.
Jungkookpun memulainya dan diiringi rieun. Sungguh
ini pemandangan yang langka untuk mereka. Untuk sementara ini mereka tidak
bertengkar meskipun tatapan saling membunuh masih mereka keluarkan. Semuanya
hanyut dalam suasana, menikmati suara khas jungkook dan suara lembut rieun.
Namun ketika akhir, jungkook sengaja menjegal kaki rieun, dia bermaksud
membuatnya jatuh kelantai namun karena rieun yang menarik bahunya dan reflex
jungkook menyanggah rieun dengan tangan kanannya dan itu membuat mereka yang
menonton histeris. Mereka tidak tahu jika itu adalah kecelakaan.
“wow, kolaborasi yang bagus.” Puji baekhyun
diiringi tepuk tangan mereka semua.
Rieun segera melepaskan tangannya dan berdiri. Ia
merasa jijik dengan semua ini. Begitu juga dengan jungkook, sepertinya nanti ia
harus membeli obat untuk tangannya.
Berbeda dengan kelas lukis, eunji dan eunmi masih
duduk di kursi masing-masing. Eunmi memang sedang mengerjakan tugas osis,
sedangkan eunji hanya melamun. Dia masih berharap kejadian semua ini hanya
mimpi, hingga suara eunmi membuyarkan lamunannya.
“Eunji kau mau ke kantin?” Tanya eunmi.
“aku sedang tidak mood.” Jawab eunji.
“oh begitu ya, kalau begitu aku pergi dulu ya.
Perutku sudah tidak beres.” Ucap eunmi dan segera pergi.
Eunji hanya menghembuskan nafas beratnya dan ia
menopang kedua pipinya dengan kedua tangannya. Tiba-tiba ada yang menepuk
kepalanya dan itu menyebabkan eunji mendongak dan terlihatlah eyesmile sehun.
“baby kau tidak keluar?” Tanya sehun dan duduk
disamping eunji.
Semua yang ada dikelas langsung menatap kehadiran
sehun. Mereka semua merasa bingung.
“mau apa kau kesini?” Tanya eunji.
“memang tidak boleh ya? Kaukan yeojachinguku.”
Dan setelah mendengar perkataan sehun itu,
semuanya langsung membelakakan matanya.
“apa yang kau katakan?” bentak eunji.
“memangnya kenapa? Memang itu fakta kan.”
Eunji menyerah berurusan dengan sehun, iapun
menyilangkan tangannya ke meja dan menenggelamkan wajahnya kesana.
“Hey, baby kau kenapa? Apa kau sakit?” Tanya sehun
sambil mengelus rambut eunji.
Eunji memilih untuk tidak membuka mulutnya,
daripada nanti dia stress dengan apa yang dilakukan sehun. Sekarang saja ia
sudah mual mendengar perkataan sehun.
Tiba-tiba saja semuanya menjadi hening karena
semua siswi sudah keluar untuk menyebarkan gossip dan sehun juga sudah berhenti
mengoceh.
“Sehun…” panggil eunji tanpa mengangkat wajahnya.
“Hmm..? ada apa?”
“aku lapar.” Jawab eunji dan mengangkat wajahnya
kemudian menoleh kearah sehun.
Sehun hanya menelan ludahnya, ia kira eunji akan
berkata apa. Ternyata..?!
“yasudah, ayo keluar.”
“aku tidak bilang ingin keluar, tapi aku bilang
lapar.”
“baiklah, kau tunggu disini ya. Aku sebentar lagi
kembali.”
Sehunpun berjalan keluar dengan hatinya yang
dongkol. Susah juga untuk mendekati eunji, pikirnya. Tapi ia tidak boleh
menyerah, gengsi dong.
Sementara itu, eunmi segera duduk setelah mendapat
makanannya. Saat ia akan makan, tiba-tiba ada yang duduk dihadapannya tanpa
permisi sama sekali, hal itu membuat eunmi tidak jadi makan dan mendongakkan
wajahnya.
“Permisi sunbae, apa sunbae punya sopan santun?”
tegur eunmi yang membuat orang itu mengehentikan aktivitas makannya dan menatap
eunmi.
“tunggu, tunggu, aku mengenal wajah sunbae!” pekik
eunmi dan reflex menangkup kedua pipi orang itu dengan kudua tangannya, orang
itu hanya menatap eunmi aneh.
‘Sebenarnya siapa yang tidak sopan?’ batin orang
itu.
“Aku tahu! Sunbae Xi Luhan kan?” Tanya eunmi
sambil melepaskan tangannya dari pipi luhan dan menunjuk wajah luhan dengan
telunjuknya.
“maaf aku sudah tidak sopan sunbae. Ku kira sunbae
orang yang tidak berpendidikan. Kalau begitu, aku akan mencari meja lain saja.”
sambung eunmi, sebenarnya ia malu atas incident tadi.
“makan saja disitu.” Suruh luhan yang membuat
eunmi duduk lagi.
“baiklah, sunbae tidak dengan yang lainnya?” Tanya
eunmi.
“aku tidak tahu kemana mereka semua pergi.”
“Oh… begitu ya. Oh ya sunbae, apa osis ada
kumpul?”
“tentu, beberapa hari lagi kita akan mengadakan
pertandingan basket. Jadi kita harus mengadakan rapat untuk itu.”
“pukul berapa?” Tanya eunmi lagi.
“3.”
“oh begitu ya.”
“iya, ayo makan dulu. Nanti kita bisa berbicara
lagi.”
Eunmi hanya cengengesan mendengar perkataan luhan
barusan.
“EUNMI!!” panggil seseorang yang membuat eunmi
melihat kearah itu.
“gaeun.. kau mau kemana?” Tanya eunmi.
“bukankah kita akan mendaftar se-“ gaeun
menggantungkan kalimatnya ketika melihat luhan.
“bisakah kita keluar sebentar?” Tanya gaeun.
“tentu.” Jawab eunmi dan segera menarik gaeun
keluar.
“itu luhan?” Tanya gaeun.
Eunmi melirik sekilas kearah luhan dan segera
mengangguk.
“itu tidak penting, bukankah kita akan mendaftar
cheerleader pada kris itu? Mana kartu pendaftarannya?” Tanya gaeun.
“aku tidak memegangnya. Sepertinya ada pada
eunji.”
“lalu eunji dimana?”
“masih dikelas lukis.”
“aku kesana dulu, kau hubungi rieun dan hyeah lalu
kalian tunggu di lapang basket.”
“baiklah.”
Gaeunpun segera pergi, ia berjalan dengan langkah
yang riang namun ketika sampai di ruang lukis, langkahnya terhenti begitu saja.
ia melihat sehun dan eunji sedang makan bersama. Gaeun membalikan tubuhnya dan
menyandarkan punggungnya pada dinding. Bagaimana bisa orang yang ia sukai malah
menyukai orang yang disayanginya.
Sementara itu, baekhyun tersenyum melihatnya. Ia
segera melangkah ketika gaeun juga hendak pergi. Baekhyun sengaja berjalan
searah dengan gaeun, itu menyebabkannya tabrakan dengan gaeun. Baekhyun
mengambilkan buku gaeun yang jatuh dan memberikannya pada gaeun sambil
tersenyum.
“eh, bukankah kau teman eunji
yang akan mendaftar pada Exo itu?” tanya baekhyun.
“ya, sunbaenim.” Jawab gaeun.
“tapi kau belum daftar kan? Ayo
cepat daftar, sebentar lagi untuk Cheerleader exo akan segera ditutup.”
“tapi formulirnya ada pada__”
“eunji?” tanya baekhyun memotong
perkataan gaeun.
Gaeun hanya menganggukkan
kepalanya dan sedetik kemudian baekhyun sudah menariknya menuju kelas eunji.
“HEY!! Kalian jangan pacaran
terus!!!” teriak baekhyun.
‘gaeun…’ gumam eunji, ini pasti
akan jadi masalah besar. Eunji sudah mengetahui jika gaeun memiliki perasaan
pada sehun.
“eunji, gaeun bilang ingin
mengambil formulir itu.” Ucap baekhyun.
Eunji segera mengobrak-abrik
tasnya dan mengambil formulir itu kemudian berjalan kearah pintu dan
memberikannya pada gaeun.
“jika kau mencari kami, kami ada
di lapang basket.” Ujar gaeun pada eunji, eunji hanya mengangguk.
“Sehun-ah, segeralah kelapang.
Kita akan menyeleksi.” Jelas baekhyun.
“tentu.” Jawab sehun.
Entah sejak kapan sehun sudah
berdiri disamping eunji.
“ayo kita pergi sekarang. Eunji
kau juga ikut saja.” ajak baekhyun.
“Ta__” belum sempat eunji
menyelesaikan perkataanya, sehun sudah merangkul bahunya.
“ayo, ikut saja.” potong sehun.
“aku pergi duluan.” Ucap gaeun
dan segera pergi.
‘Gaeun…’ gumam eunji, ia
bermaksud mengejarnya namun sehun menghalanginya.
“jika kau mengejarnya, dia akan
kesal.” Ucap sehun.
“sebenarnya ini ada apa?” tanya
baekhyun pura-pura tidak tahu.
“kita kelapang sekarang saja.”
ujar sehun, mengalihkan pembicaraan.
“kau mau ikut tidak?” tanya sehun
pada eunji.
“kurasa tidak.” Jawab eunji.
“baiklah, habiskanlah rotinya.
Nanti kita pulang bersama.”
Setelah itu, sehun dan
baekhyunpun pergi. Eunji kembali ketempat duduknya dan segera duduk. Ia hanya
menatap sebal pada roti itu.
~~TBC~~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar