Jumat, 21 November 2014

FF : Never Leave You Chapter 1 (HunHan)

Assalamu'alaikum..
Kali ini saya bawa FF tentang HunHan...
Ini pertama alinya, jadi maaf kalo jelek ;'(

Never Leave You
 
Tittle                : Never Leave You
Main Cast :
* Oh Sehun (Sehun)
* Xi Luhan (Luhan)
* Wu Yifan (Kris)
Support Cast : Exo Member and other
Seorang Laki-Laki yang berkulit putih susu terlihat di sebuah Bar namun ia sama sekali tidakmemegang minuman apapun. Ia memerhatikan keadaan sekelilingnya, samar-samar ia mendengar percakapan sekelompok pereman di meja seberangnya..
“Kau bisa lolos begitu saja dari hukuman itu, hebat sekali.”
“Begitulah aku, kau tahu betapa menyenangkannya mendengar tangisan keluarga korban yang anaknya ku bunuh itu.”
“Tapi kau terlalu jahat bung.”
“Hakim tidak menyatakan itu, aku dinyatakan tidak bersalah. HAHAHAHA..”
Laki-laki yang sedari tadi hanya diam saja itu kini mengepalkan tangannya dan tiba-tiba saja rahangnya mengeras. Tentu saja ia marah, seorang pereman itu melihatnya dan menghampirinya.
“Kau marah hah? Apa dayamu? Jurusan Hukum? Hey! Anak ini ada dijurusan Hukum, dia sedang mengamati sepertinya.” Teriak pereman itu pada teman-temannya.
“Cepatlah lulus dan hukum aku hahaha, bukankah kau marah? Tapi sebelum kau menghukumku, aku akan membunuhmu dengan pisau ini.”
“Jangan lakukan itu, lebih baik kita pergi. Sepertinya dia ketakutan.”
“Hahahaha ia, semoga saja ia tidak kencing di celana. Jangan Macam-macam denganku!”
Sekelompok pereman itupun pergi dari sana, Laki-laki itu segera mengambil tasnya dan berlari keluar. Ia terus berlari dan membanting sebuah buku dari tasnya.
“DIMANA KEADILAN ITU??! HUKUM TIDAK PERNAH ADIL!!” Teriaknya, namun tidak akan ada yang mendengar kecuali Ia dan Tuhan, karena memang tempatnya sepi.
“OH SEHUN!! KENAPA KAU BEGITU BODOH???!!” Teriaknya lagi pada dirinya sendiri. Ternyata namanya adalah Oh Sehun.
Sehun berjalan menuju jalan dan menghentikan sebuah bus dan masuk kedalamnya. Ia menghembuskan nafasnya ketika melihat semua kursi sudah terisi. Oh ternyata belum semua, masih ada satu kursi yang kosong di samping seorang perempuan yang berambut panjang namun ia langsung menunduk ketika Sehun melihat kearahnya, sebenarnya Sehun tidak melihat padanya, melainkan pada kursi disampingnya. Tanpa pamit apapun Sehun langsung duduk disampingnya dan mengecek hp-nya. Semuanya berisi pesan dari Kyungsoo-yeojachingu Kai sahabatnya-. Pesannya hanya menanyakan keadaan sehun, apa yang dilakukannya dan mengecek apakah ia sudah makan atau belum.
Sehun hanya tersenyum membacanya, bukan berarti Kyungsoo selingkuh, Ia memang seperti itu karena sehun itu sahabat kai dan kai namjachungunya. Sehun merasa rishi ketika perempuan disampingnya terus memperhatikannya, iapun menoleh dan lagi-lagi perempuan itu menunduk.
‘Perempuan aneh!’ batinnya, namun ia tak peduli. Itu bukan urusannya, Sehun lebih memilih membalas pesan Kyungsoo yang sudah seperti Ibu kedua baginya. Namun, baru saja ia akan mengetikkan pesan balasannya, tiba-tiba bus berhenti dan dilajukan lagi setelah seseorang masuk.
“Serahkan uangnya!” Suruhnya sambil menodongkan Pistol ke kepala supir bus itu.
Semua penumpang menjadi tegang ketika melihatnya hingga seorang nenek tua bangkit untuk keluar, untung saja Sehun dengan sigap melindungi nenek itu dengan membawanya jongkok.
‘Dorr..!!’ suara tembakan yang menembus kaca belakang, semuanya langsung menutup kedua telinga mereka.
Sehun membantu nenek itu untuk duduk kembali setelah melihat Perempuan yang duduk di sampingnya menangis, tentu saja hanya airmata tanpa isakkan, mungkin karena ia terkejut.
“Cepat serahkan uangnya!” Bentak penjahat itu.
Supir bus itupun dengan gelagapan meraih tas yang berisi uang, Sehun sudah muak melihat semua ini. Ia merogoh sesuatu dari saku celananya dan terlihatlah sebuah pistol, sehun mengarahkannya pada penjahat itu dan perlahan mendekat.
“Berhenti! Jika tidak, aku akan menembakmu.” Ancam Sehun
Penjahat itu langsung membalikkan badannya, kesempatan ini digunakan oleh sang supir untuk menghentikan busnya dan mengambil pistol dari bawah.
“Kau pikir-” Ucapan Penjahat itu terpotong karena sebuah pistol sudah menempel di pelipisnya, tentu saja oleh supir itu.
“Panggil polisi.” Suruh Sehun
Tidak lama kemudian polisipun datang, Sehun segera memasukan kembali pistolnya dan mengambil tasnya untuk pergi, semua orang sudah keluar dari bus itu namun Sehun melihat perempuan tadi masih duduk dengan posisinya yang tadi, memegangi dada dan menangis.
Entah kenapa ia merasa kasihan dan menghampirinya lalu menarik tangannya, perempuan itu langsung mendongak dan menatap sehun dengan tatapan ‘Mau apa kau?!’
“Aku bukan orang jahat, ayo pergi. Busnya tidak bisa digunakan lagi.” Jelas Sehun dan membantunya keluar dengan merangkulnya karena tubuhnya bergetar hebat, sepertinya ia benar-benar ketakutan. Sehunpun menghentikan sebuah taksi dan mendorongnya untuk masuk. Setelah mereka masuk, taksipun melaju kembali.
“Rumahmu dimana?” Tanya Sehun
Perempuan itu dengan ragu memberinya sebuah alamat, sehun melihatnya sebentar. Ia sedikit melebarkan matanya setelah melihat ternyata alamat itu adalah istana Pressident. Tapi ia tidak ingin ambil pusing, iapun memberikannya pada supir taksi itu.
“Bukankah kau sakit?” Tanya sehun
“kau mengenalku?” Perempuan itu balik bertanya
“siapa yang tidak mengenalmu, XI LUHAN!”
Sehun menoleh dan menatap Luhan dengan tajam, luhan kembali menunduk. Jujur saja, ia sangat takut pada orang ini.
“KENAPA KAU KELUAR HAH? KAU TAU ORANG SEPERTIMU ITU LEMAH DI DEPAN UMUM?” Bentak Sehun sambil terus menatap luhan walaupun yang ditatapnya itu semakin menundukkan kepalanya.
“kenapa kau marah?” Tanya luhan hati-hati
“hahahahaha… aku hanya bercanda. Kau ini lucu sekali! Untuk apa aku mengurusi masalah orang lain.”
Sehun mengusak rambut luhan, luhanpun melihat kearah sehun dan tersenyum. Setelah luhan tersenyum, sehun kembali datar dan memandang lurus ke depan.
“sudah sampai, ayo turunlah.” Ujar sehun dan membantu Luhan keluar.
“namamu siapa?” Tanya luhan saat mereka menyebrang
“Sehun.” Jawab sehun tanpa menoleh
“terimakasih Sehun-ssi.”
Luhan berhenti tersenyum ketika melihat seorang namja berparas tampan dan tentu saja sangat tinggi menatapnya tajam sambil menyilangkan tangannya di depan dada. Dia adalah Wu Yifan atau Kris, putra wakil president yang merupakan sahabat dekat luhan sejak kecil. Dia selalu ada di rumah luhan karena memang itulah tugasnya, melindungi luhan.

“Masuk!” suruhnya pada luhan sambil menoleh kearah para maid yang berada tepat di depan gerbang, para maid itupun segera membawa luhan masuk. Luhan menoleh kebelakang untuk melihat Sehun, sehunpun melihatnya dan Kris memerhatikan luhan sampai luhan benar-benar menghilang dari pandangannya. Kris segera mengalihkan pandangannya pada sehun.
“pergi dari sini!” Suruh kris
“tidak usah kau suruhpun aku pergi, bukannya berterimakasih!” Desis sehun dan pergi, kris sudah mengepalkan tangannya namun ia ingat pada luhan. Iapun segera masuk dan melihat luhan sedang duduk di depan meja sambil menunduk.

Kris menghampirinya dengan masih melipat tangan, mengetahui hal itu Luhanpun mendongak dan langsung berdiri.
“kris maafkan aku.”
“cepat tidur.” Suruh kris dingin dan pergi.
Luhan tahu jika kris seperti ini berarti ia marah besar, luhan tidak ingin kris marah padanya, bisa-bisa satu minggu ia tidak akan berbicara pada luhan. Iapun mengejar kris dan memeluknya dari belakang.
“kris sungguh aku minta maaf. Aku tidak akan mengulanginya, aku janji. Tapi kau jangan marah.” Pinta luhan sambil melingkarkan tangannya di perut kris.
Kris diam sebentar lalu melepaskan tangan luhan dan berbalik lalu menyibakkan poni luhan.
“jangan lakukan itu lagi, aku khawatir.” Ucapnya lembut dan mengecup kening luhan kemudian pergi.
Luhan masih diam ditempat, ia terkejut setengah mati. Kris menciumnya!! Walaupun hanya di kening. Ia bingung harus bagaimana, senang, sedih atau marah?!
Saat sudah sadar, iapun berjalan menuju kamarnya namun saat akan masuk, ada sebuah suara yang memanggilnya. Itu Suho, kakak perempuan Kris. Luhan membelakakan matanya, bagaimana kalau ia melihat?!

Suhopun menghampiri luhan dengan senyumannya yang sangat manis itu.
“sepertinya kris sudah dewasa.” Ucapnya
“maksud eonni?” Tanya luhan pura-pura tidak tahu
“eonni melihatnya lu, tenang saja, itu rahasia. Ayo cepatlah tidur, eonni pulang dulu ya.”
Suhopun mengecup pipi luhan dan pergi dengan para maid-maidnya. Setelah suho sudah tidak ada, luhan segera masuk ke kamarnya. Ia merebahkan tubuhnya di tempat tidur dan tersenyum membayangkan wajah kris. Namun saat ia menutup mata, wajah kris perlahan berubah menjadi wajah sehun.

Luhan segera membuka matanya dan mendudukan dirinya, ia tidak tau apa yang dikatakan kris pada sehun tadi. Yang ia tau, kris tidak mungkin berterimakasih.
‘Tukk.. Tukk.. Tukk..’ ketukan pintu itu membuyarkan lamunannya, luhanpun berjalan kearah pintu dan membukanya. Nampaklah batang hidung kris.
“lu, cepatlah ganti pakaianmu, sebentar lagi Ny. Xi sampai.” Ujar kris dan ia segera pergi.
Luhan hanya diam ditempat, seharusnya ia senang ibunya pulang setelah 2 tahun menetap di Beijing. Tapi yidak untuk sekarang, tinggal dengan kris saja sudah membuatnya sangat cukup. Kris selalu ada untuknya, tidak seperti ibunya, pergi disaat luhan sangat membutuhkan. Tanpa aba-abapun bulir Kristal dari mata luhan keluar.
Kris segera menoleh mendengar isakkan luhan, iapun berjalan menghampirinya. Kris tahu apa yang luhan rasakan sekarang. Ia sangat takut. Kris menatap luhan dengan tatapan sendu.

Krispun menarik luhan kedalam pelukan hangatnya. Ia mengelus-elus rambut luhan untuk menenangkannya, luhanpun balas memeluk kris. Setelah tangisannya terhenti, luhan segera membuka matanya dan terkejut ketika melihat eommanya berada di pintu sambil menatapnya tajam.
Luhan segera melepaskan pelukannya dan sedikit mendorong kris untuk melepaskan pelukannya juga. Kris melihat pada apa yang luhan tatap. Ia terkejut, ‘Kenapa cepat sekali’, fikirnya. Iapun membungkuk untuk memberi salam.

Ny. Xi segera menghampiri luhan, luhan hanya menunduk.

__to be continue__

1 komentar:

  1. Best Casino Games in New Jersey 2021 - Mapyro
    A list 의왕 출장마사지 of the best New Jersey casino games available 전라북도 출장샵 in 2021. Find 평택 출장안마 the best casino online to play New Jersey casino games.‎New 과천 출장마사지 Jersey 거제 출장마사지 Games · ‎New Jersey Casino Online · ‎Casino Sites in New Jersey

    BalasHapus