Kali ini saya bawa FF tentang HunHan...
Ini pertama alinya, jadi maaf kalo jelek ;'(
Never Leave You
Tittle : Never Leave You
Main Cast :
Support Cast : Exo Member and other
Seorang Laki-Laki yang berkulit
putih susu terlihat di sebuah Bar namun ia sama sekali tidakmemegang minuman
apapun. Ia memerhatikan keadaan sekelilingnya, samar-samar ia mendengar
percakapan sekelompok pereman di meja seberangnya..
“Kau bisa lolos begitu saja dari
hukuman itu, hebat sekali.”
“Begitulah aku, kau tahu betapa
menyenangkannya mendengar tangisan keluarga korban yang anaknya ku bunuh itu.”
“Tapi kau terlalu jahat bung.”
“Hakim tidak menyatakan itu, aku
dinyatakan tidak bersalah. HAHAHAHA..”
Laki-laki yang sedari tadi hanya
diam saja itu kini mengepalkan tangannya dan tiba-tiba saja rahangnya mengeras.
Tentu saja ia marah, seorang pereman itu melihatnya dan menghampirinya.
“Kau marah hah? Apa dayamu?
Jurusan Hukum? Hey! Anak ini ada dijurusan Hukum, dia sedang mengamati
sepertinya.” Teriak pereman itu pada teman-temannya.
“Cepatlah lulus dan hukum aku
hahaha, bukankah kau marah? Tapi sebelum kau menghukumku, aku akan membunuhmu
dengan pisau ini.”
“Jangan lakukan itu, lebih baik
kita pergi. Sepertinya dia ketakutan.”
“Hahahaha ia, semoga saja ia
tidak kencing di celana. Jangan Macam-macam denganku!”
Sekelompok pereman itupun pergi
dari sana, Laki-laki itu segera mengambil tasnya dan berlari keluar. Ia terus
berlari dan membanting sebuah buku dari tasnya.
“DIMANA KEADILAN ITU??! HUKUM
TIDAK PERNAH ADIL!!” Teriaknya, namun tidak akan ada yang mendengar kecuali Ia
dan Tuhan, karena memang tempatnya sepi.
“OH SEHUN!! KENAPA KAU BEGITU
BODOH???!!” Teriaknya lagi pada dirinya sendiri. Ternyata namanya adalah Oh Sehun.
Sehun berjalan menuju jalan dan
menghentikan sebuah bus dan masuk kedalamnya. Ia menghembuskan nafasnya ketika
melihat semua kursi sudah terisi. Oh ternyata belum semua, masih ada satu kursi
yang kosong di samping seorang perempuan yang berambut panjang namun ia
langsung menunduk ketika Sehun melihat kearahnya, sebenarnya Sehun tidak
melihat padanya, melainkan pada kursi disampingnya. Tanpa pamit apapun Sehun
langsung duduk disampingnya dan mengecek hp-nya. Semuanya berisi pesan dari
Kyungsoo-yeojachingu Kai sahabatnya-. Pesannya hanya menanyakan keadaan sehun,
apa yang dilakukannya dan mengecek apakah ia sudah makan atau belum.
Sehun hanya tersenyum membacanya,
bukan berarti Kyungsoo selingkuh, Ia memang seperti itu karena sehun itu
sahabat kai dan kai namjachungunya. Sehun merasa rishi ketika perempuan
disampingnya terus memperhatikannya, iapun menoleh dan lagi-lagi perempuan itu
menunduk.
‘Perempuan aneh!’ batinnya, namun
ia tak peduli. Itu bukan urusannya, Sehun lebih memilih membalas pesan Kyungsoo
yang sudah seperti Ibu kedua baginya. Namun, baru saja ia akan mengetikkan
pesan balasannya, tiba-tiba bus berhenti dan dilajukan lagi setelah seseorang
masuk.
“Serahkan uangnya!” Suruhnya
sambil menodongkan Pistol ke kepala supir bus itu.
Semua penumpang menjadi tegang
ketika melihatnya hingga seorang nenek tua bangkit untuk keluar, untung saja
Sehun dengan sigap melindungi nenek itu dengan membawanya jongkok.
‘Dorr..!!’ suara tembakan yang
menembus kaca belakang, semuanya langsung menutup kedua telinga mereka.
Sehun membantu nenek itu untuk
duduk kembali setelah melihat Perempuan yang duduk di sampingnya menangis,
tentu saja hanya airmata tanpa isakkan, mungkin karena ia terkejut.
“Cepat serahkan uangnya!” Bentak
penjahat itu.
Supir bus itupun dengan gelagapan
meraih tas yang berisi uang, Sehun sudah muak melihat semua ini. Ia merogoh
sesuatu dari saku celananya dan terlihatlah sebuah pistol, sehun mengarahkannya
pada penjahat itu dan perlahan mendekat.
“Berhenti! Jika tidak, aku akan
menembakmu.” Ancam Sehun
Penjahat itu langsung membalikkan
badannya, kesempatan ini digunakan oleh sang supir untuk menghentikan busnya
dan mengambil pistol dari bawah.
“Kau pikir-” Ucapan Penjahat itu
terpotong karena sebuah pistol sudah menempel di pelipisnya, tentu saja oleh
supir itu.
“Panggil polisi.” Suruh Sehun
Tidak lama kemudian polisipun
datang, Sehun segera memasukan kembali pistolnya dan mengambil tasnya untuk
pergi, semua orang sudah keluar dari bus itu namun Sehun melihat perempuan tadi
masih duduk dengan posisinya yang tadi, memegangi dada dan menangis.
Entah kenapa ia merasa kasihan
dan menghampirinya lalu menarik tangannya, perempuan itu langsung mendongak dan
menatap sehun dengan tatapan ‘Mau apa kau?!’
“Aku bukan orang jahat, ayo
pergi. Busnya tidak bisa digunakan lagi.” Jelas Sehun dan membantunya keluar
dengan merangkulnya karena tubuhnya bergetar hebat, sepertinya ia benar-benar
ketakutan. Sehunpun menghentikan sebuah taksi dan mendorongnya untuk masuk.
Setelah mereka masuk, taksipun melaju kembali.
“Rumahmu dimana?” Tanya Sehun
Perempuan itu dengan ragu
memberinya sebuah alamat, sehun melihatnya sebentar. Ia sedikit melebarkan
matanya setelah melihat ternyata alamat itu adalah istana Pressident. Tapi ia
tidak ingin ambil pusing, iapun memberikannya pada supir taksi itu.
“Bukankah kau sakit?” Tanya sehun
“kau mengenalku?” Perempuan itu
balik bertanya
“siapa yang tidak mengenalmu, XI
LUHAN!”
Sehun menoleh dan menatap Luhan
dengan tajam, luhan kembali menunduk. Jujur saja, ia sangat takut pada orang
ini.
“KENAPA KAU KELUAR HAH? KAU TAU
ORANG SEPERTIMU ITU LEMAH DI DEPAN UMUM?” Bentak Sehun sambil terus menatap
luhan walaupun yang ditatapnya itu semakin menundukkan kepalanya.
“kenapa kau marah?” Tanya luhan
hati-hati
“hahahahaha… aku hanya bercanda.
Kau ini lucu sekali! Untuk apa aku mengurusi masalah orang lain.”
Sehun mengusak rambut luhan,
luhanpun melihat kearah sehun dan tersenyum. Setelah luhan tersenyum, sehun
kembali datar dan memandang lurus ke depan.
“sudah sampai, ayo turunlah.”
Ujar sehun dan membantu Luhan keluar.
“namamu siapa?” Tanya luhan saat
mereka menyebrang
“Sehun.” Jawab sehun tanpa
menoleh
“terimakasih Sehun-ssi.”
Luhan berhenti tersenyum ketika
melihat seorang namja berparas tampan dan tentu saja sangat tinggi menatapnya
tajam sambil menyilangkan tangannya di depan dada. Dia adalah Wu Yifan atau
Kris, putra wakil president yang merupakan sahabat dekat luhan sejak kecil. Dia
selalu ada di rumah luhan karena memang itulah tugasnya, melindungi luhan.
“Masuk!” suruhnya pada luhan
sambil menoleh kearah para maid yang berada tepat di depan gerbang, para maid
itupun segera membawa luhan masuk. Luhan menoleh kebelakang untuk melihat
Sehun, sehunpun melihatnya dan Kris memerhatikan luhan sampai luhan benar-benar
menghilang dari pandangannya. Kris segera mengalihkan pandangannya pada sehun.
“pergi dari sini!” Suruh kris
“tidak usah kau suruhpun aku
pergi, bukannya berterimakasih!” Desis sehun dan pergi, kris sudah mengepalkan
tangannya namun ia ingat pada luhan. Iapun segera masuk dan melihat luhan sedang
duduk di depan meja sambil menunduk.
Kris menghampirinya dengan masih
melipat tangan, mengetahui hal itu Luhanpun mendongak dan langsung berdiri.
“kris maafkan aku.”
“cepat tidur.” Suruh kris dingin
dan pergi.
Luhan tahu jika kris seperti ini
berarti ia marah besar, luhan tidak ingin kris marah padanya, bisa-bisa satu
minggu ia tidak akan berbicara pada luhan. Iapun mengejar kris dan memeluknya
dari belakang.
“kris sungguh aku minta maaf. Aku
tidak akan mengulanginya, aku janji. Tapi kau jangan marah.” Pinta luhan sambil
melingkarkan tangannya di perut kris.
Kris diam sebentar lalu melepaskan
tangan luhan dan berbalik lalu menyibakkan poni luhan.
“jangan lakukan itu lagi, aku
khawatir.” Ucapnya lembut dan mengecup kening luhan kemudian pergi.
Luhan masih diam ditempat, ia
terkejut setengah mati. Kris menciumnya!! Walaupun hanya di kening. Ia bingung
harus bagaimana, senang, sedih atau marah?!
Saat sudah sadar, iapun berjalan
menuju kamarnya namun saat akan masuk, ada sebuah suara yang memanggilnya. Itu Suho,
kakak perempuan Kris. Luhan membelakakan matanya, bagaimana kalau ia melihat?!
Suhopun menghampiri luhan dengan
senyumannya yang sangat manis itu.
“sepertinya kris sudah dewasa.”
Ucapnya
“maksud eonni?” Tanya luhan
pura-pura tidak tahu
“eonni melihatnya lu, tenang
saja, itu rahasia. Ayo cepatlah tidur, eonni pulang dulu ya.”
Suhopun mengecup pipi luhan dan
pergi dengan para maid-maidnya. Setelah suho sudah tidak ada, luhan segera
masuk ke kamarnya. Ia merebahkan tubuhnya di tempat tidur dan tersenyum
membayangkan wajah kris. Namun saat ia menutup mata, wajah kris perlahan
berubah menjadi wajah sehun.
Luhan segera membuka matanya dan
mendudukan dirinya, ia tidak tau apa yang dikatakan kris pada sehun tadi. Yang
ia tau, kris tidak mungkin berterimakasih.
‘Tukk.. Tukk.. Tukk..’ ketukan
pintu itu membuyarkan lamunannya, luhanpun berjalan kearah pintu dan
membukanya. Nampaklah batang hidung kris.
“lu, cepatlah ganti pakaianmu,
sebentar lagi Ny. Xi sampai.” Ujar kris dan ia segera pergi.
Luhan hanya diam ditempat,
seharusnya ia senang ibunya pulang setelah 2 tahun menetap di Beijing. Tapi
yidak untuk sekarang, tinggal dengan kris saja sudah membuatnya sangat cukup.
Kris selalu ada untuknya, tidak seperti ibunya, pergi disaat luhan sangat membutuhkan.
Tanpa aba-abapun bulir Kristal dari mata luhan keluar.
Kris segera menoleh mendengar
isakkan luhan, iapun berjalan menghampirinya. Kris tahu apa yang luhan rasakan
sekarang. Ia sangat takut. Kris menatap luhan dengan tatapan sendu.
Krispun menarik luhan kedalam
pelukan hangatnya. Ia mengelus-elus rambut luhan untuk menenangkannya, luhanpun
balas memeluk kris. Setelah tangisannya terhenti, luhan segera membuka matanya
dan terkejut ketika melihat eommanya berada di pintu sambil menatapnya tajam.
Luhan segera melepaskan
pelukannya dan sedikit mendorong kris untuk melepaskan pelukannya juga. Kris
melihat pada apa yang luhan tatap. Ia terkejut, ‘Kenapa cepat sekali’,
fikirnya. Iapun membungkuk untuk memberi salam.
Ny. Xi segera menghampiri luhan,
luhan hanya menunduk.
__to be continue__






Best Casino Games in New Jersey 2021 - Mapyro
BalasHapusA list 의왕 출장마사지 of the best New Jersey casino games available 전라북도 출장샵 in 2021. Find 평택 출장안마 the best casino online to play New Jersey casino games.New 과천 출장마사지 Jersey 거제 출장마사지 Games · New Jersey Casino Online · Casino Sites in New Jersey